kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.738.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

WHO: Dunia sekarang berada dalam krisis kesehatan paling parah


Selasa, 08 September 2020 / 23:45 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia sekarang, lebih dari 8 bulan, berada dalam krisis kesehatan masyarakat yang paling parah dalam satu abad.

"Pandemi Covid-19 telah mengganggu dunia kita. Itu menyentuh kita semua. Dampaknya akan terasa selama bertahun-tahun yang akan datang," katanya saat membuka Komite Peninjau Peraturan Kesehatan Internasional, Selasa (8/9).

Hingga kini, menurut Tedros dalam sambutan yang WHO unggah di laman resminya, sudah lebih dari 27 juta kasus virus corona secara global mengacu laporan yang masuk ke WHO, dan lebih dari 880.000 kematian.

"Tapi tentu saja, angka bahkan tidak mulai menceritakan kisahnya," sebut dia.

Baca Juga: Peringatan WHO: Ini bukan pandemi terakhir!

Tedros bilang, jutaan orang di dunia kehilangan mata pencaharian mereka. Perekonomian global sedang mengalami resesi. Bahkna, batas-batas kesalahan sosial dan politik telah terungkap.

Bukan pandemi terakhir

"Tidak pernah ada kebutuhan yang lebih besar akan kerjasama global untuk menghadapi ancaman global," tegasnya.




TERBARU

[X]
×