kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

WHO: Varian Delta memenangkan lomba melawan vaksin Covid-19


Jumat, 09 Juli 2021 / 05:54 WIB
WHO: Varian Delta memenangkan lomba melawan vaksin Covid-19
ILUSTRASI. WHO mengatakan, virus corona varian Delta saat ini berhasil memenangkan perlombaan melawan vaksin. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Menurut kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Rabu (7/7/2021), virus corona varian Delta saat ini berhasil memenangkan perlombaan melawan vaksin. Dia menyalahkan kurangnya produksi dan distribusi vaksin yang adil.

Melansir news.un.org, selama konferensi dua mingguannya di Jenewa, Tedros mengatakan dengan  melewati angka empat juta kematian yang tercatat di seluruh dunia akibat Covid-19 adalah "tonggak tragis" yang "kemungkinan meremehkan jumlah keseluruhan" dari virus mematikan itu.

Tedros memperingatkan bahwa terlalu banyak negara yang mencatatkan lonjakan tajam dalam kasus dan rawat inap Covid-19. Sementara, negara-negara kaya dengan tingkat inokulasi tinggi, meremehkan langkah-langkah kesehatan masyarakat seolah-olah pandemi sudah berakhir.

Gelombang kematian

Situasi ini menyebabkan kekurangan oksigen dan perawatan akut, dan mendorong 'gelombang kematian' di beberapa bagian Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

“Pada tahap pandemi ini, fakta bahwa jutaan petugas kesehatan dan perawatan masih belum divaksinasi adalah hal yang menjijikkan,” tambahnya.

Baca Juga: Interleukin-6, obat terbaru yang disetujui WHO untuk pasien Covid-19 yang parah

Tedros mengingatkan bahwa 'nasionalisme vaksin', di mana segelintir negara telah mengambil bagian terbesar, adalah hal yang tidak dapat dipertahankan secara moral dan strategi kesehatan masyarakat yang tidak efektif melawan virus pernapasan yang bermutasi dengan cepat dan menjadi semakin berhasil menginfeksi inang baru.

“Varian saat ini memenangkan perlombaan melawan vaksin karena produksi dan distribusi vaksin yang tidak adil… Tidak harus seperti ini dan tidak harus seperti ini ke depan,” tegasnya.

Baca Juga: Bukan Ivermectin, berikut 12 obat yang mendapat izin BPOM untuk penyembuhan Covid-19

Dia mengatakan penyebaran varian juga akan mengancam pemulihan ekonomi global. Dia mencatat bahwa dari sudut pandang moral, epidemiologis atau ekonomi, sekaranglah saatnya bagi dunia untuk bersatu.

Tedros meminta para pemimpin ekonomi G20, yang akan bertemu akhir pekan ini, untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengakhiri tahap akut pandemi, menyediakan dana yang diperlukan untuk meningkatkan manufaktur dan distribusi alat kesehatan yang adil.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×