kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Won Anjlok, Dana Pensiun Korea Rombak Portofolio Investasi


Senin, 26 Januari 2026 / 16:07 WIB
Won Anjlok, Dana Pensiun Korea Rombak Portofolio Investasi
ILUSTRASI. Won Korea. Dana pensiun nasional Korea Selatan mengocok ulang portofolio investasi setelah pasar keuangan negara tersebut bergerak volatil. (REUTERS/Kim Hong-ji)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Dana pensiun nasional Korea Selatan mengocok ulang portofolio investasi setelah pasar keuangan negara tersebut bergerak volatil.

Menteri Kesejahteraan Korea Selatan Jeong Eun-kyeong mengatakan kementerian akan membahas cara untuk meningkatkan portofolio investasi Dana Pensiun Nasional (NPS) sebagai respons terhadap volatilitas pasar mata uang won yang meningkat dan reli di pasar saham domestik.

“Hari ini, kami akan meninjau portofolio kita dengan mempertimbangkan perkembangan terkini di pasar saham, kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar saham domestik, dan nilai tukar yang tinggi, serta membahas cara untuk memperbaikinya,” kata Jeong Eun-kyeong pada pertemuan komite manajemen dana tersebut di Seoul, seperti dikutip Reuters, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Harga Emas Rekor Lagi! Tembus ke US$ 5.100 di Tengah Hari Ini (26/1)

Kementerian Kesejahteraan mengawasi kebijakan investasi NPS, dana pensiun publik terbesar ketiga di dunia, yang telah meningkatkan investasi luar negeri selama bertahun-tahun untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan permintaan dolar AS di pasar mata uang domestik.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan pada konferensi pers pekan lalu bahwa pihak berwenang memperkirakan won akan menguat hingga menjadi sekitar 1.400 per dolar dalam satu atau dua bulan. Ia bilang, kebijakan domestik saja tidak akan mampu menstabilkan pasar valuta asing.

Kementerian Kesejahteraan dan NPS telah berkonsultasi dengan otoritas valuta asing sejak November 2025, setelah membentuk badan konsultatif untuk membahas cara menyeimbangkan imbal hasil dana dan stabilitas valuta asing, karena won berada pada level terlemahnya sejak 2009.

NPS memulai putaran baru operasi lindung nilai valuta asing strategis akhir bulan lalu, sebagai bagian dari upaya kebijakan yang lebih luas untuk menstabilkan won, setelah kementerian kesejahteraan memutuskan untuk melakukan lindung nilai risiko mata uang secara lebih fleksibel.

NPS memiliki aset senilai 1.427,7 triliun won (US$ 991,31 miliar) per akhir Oktober 2025, dengan aset luar negeri mencapai 58% dari total tersebut. 

Baca Juga: Investor Emas Waspada! Potensi Koreksi Intai di Balik Rekor Baru

Selanjutnya: BTN Siap-siap Akuisisi Perusahaan Asuransi Tahun Ini

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×