kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

WTO bilang AS langgar aturan dagang terhadap China, Washington marah besar


Rabu, 16 September 2020 / 06:22 WIB
WTO bilang AS langgar aturan dagang terhadap China, Washington marah besar
ILUSTRASI. . REUTERS/Denis Balibouse

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA/BRUSSELS. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengumumkan pada Selasa (15/9/2020) bahwa Amerika Serikat telah melanggar aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif miliaran dollar dalam perang dagang Presiden Donald Trump dengan China. Pengumuman tersebut memicu kemarahan dari Washington.

Melansir Reuters, Pemerintahan Trump mengatakan tarif yang diberlakukan dua tahun lalu pada lebih barang-barang Tiongkok dengan nilai dari US$ 200 miliar dibenarkan karena China mencuri kekayaan intelektual dan memaksa perusahaan AS untuk mentransfer teknologi saat mengakses ke pasar Tiongkok.

Akan tetapi, dewan panel WTO yang beranggotakan tiga orang mengatakan, bea masuk AS melanggar aturan perdagangan karena hanya berlaku untuk China dan di atas tarif maksimum yang disepakati oleh Amerika Serikat. Panel menyimpulkan, Washington tidak memiliki cukup alasan saat menjelaskan mengapa tindakannya merupakan pengecualian yang dibenarkan.

"Laporan panel ini menegaskan apa yang telah dikatakan pemerintahan Trump selama empat tahun: WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," kata Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer sebagai tanggapan atas keputusan WTO seperti yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Semakin hot, Hong Kong akan melaporkan kelakuan Donald Trump dan Amerika ke WTO!

Kementerian Perdagangan China mengatakan Beijing mendukung sistem perdagangan multilateral dan menghormati aturan dan putusan WTO, dan berharap Washington akan melakukan hal yang sama.

Keputusan tersebut hanya akan berdampak kecil pada tarif AS dan hanyalah awal dari proses hukum yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk dilakukan, yang pada akhirnya mengarah pada persetujuan WTO untuk tindakan pembalasan jika ditegakkan. Langkah ini sudah diambil China.

Baca Juga: Perselisihan Dagang AS dan Uni Eropa Jalan Terus, Airbus Kena Bea Masuk 15%

Amerika Serikat kemungkinan akan mengajukan banding atas keputusan hari Selasa itu. Namun, hal itu akan membuat kasus tersebut menjadi batal hukum, karena Washington telah memblokir penunjukan hakim ke badan banding WTO.



TERBARU

[X]
×