CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Xi Jinping: Strategi Nol-Covid China Harus Ditegakkan dengan Teguh


Jumat, 10 Juni 2022 / 14:11 WIB
Xi Jinping: Strategi Nol-Covid China Harus Ditegakkan dengan Teguh
ILUSTRASI. Seorang wanita mengenakan masker melewati potret Presiden China Xi Jinping di sebuah jalan saat pandemi Covid-19 di Shanghai, China 12 Maret 2020. REUTERS/Aly Song.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Presiden Xi Jinping mengatakan, China harus tak tergoyahkan dengan strategi nol-Covid, karena lebih dari setengah dari 25 juta penduduk Shanghai yang lelah akibat penguncian bersiap untuk tes Covid-19 di akhir pekan.

China adalah ekonomi utama terakhir yang masih mengejar kebijakan membasmi semua wabah, menerapkan penguncian cepat, pengujian massal, dan karantina wajib.

Tetapi, strategi tersebut mendapat sorotan tajam setelah varian Omicron yang menyebar cepat memicu pembatasan besar-besaran di kota-kota besar, seperti Shanghai dan Beijing, memukul ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Para pemimpin China telah berusaha untuk memutuskan antara menghancurkan virus dan membatasi kerusakan penguncian, dengan Presiden Xi pada Kamis (9/6) menyerukan, "Koordinasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara efisien dengan pembangunan ekonomi dan sosial".

Baca Juga: Sebagian Shanghai Kembali Lakukan Penguncian, Beijing Menutup Tempat Hiburan

Namun, dia menegaskan, "pendekatan dinamis nol-Covid China harus ditegakkan dengan teguh", kantor berita Xinhua melaporkan, seperti dikutip Channel News Asia.

Para ahli memperkirakan, China akan berjuang untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi sekitar 5,5% tahun ini karena penguncian Covid-19 memaksa penutupan bisnis dan menggerogoti rantai pasok.

Bank Dunia telah memangkas tajam perkiraan pertumbuhan ekonomi 2022 untuk China menjadi 4,3%, memperingatkan pada minggu ini bahwa gangguan Covid-19 dapat semakin memperlambat pemulihan.

Gelombang kejut dari penguncian Covid-19 di China telah memukul ekonomi global juga, terutama setelah lockdown di Shanghai, kota terbesar di negeri tembok raksasa dan pusat pengiriman global utama.

Baca Juga: Wabah Covid-19 Belum Pergi, Shanghai Terapkan Penguncian Baru

Kota metropolitan itu mengatakan pada Kamis, mereka akan menguji lebih dari setengah penduduknya mulai Sabtu (11/6), kurang dari dua minggu setelah mulai membuka dari penguncian yang melelahkan.

Shanghai melonggarkan banyak pembatasan pekan lalu setelah akhirnya menahan wabah terburuk China dalam dua tahun terakhir. Tapi, pihak berwenang terus memaksakan mozaik pergeseran pembatasan untuk berjaga-jaga terhadap kebangkitan.

Ratusan ribu orang masih tidak bisa meninggalkan rumah mereka. Dan, seorang pejabat kesehatan kota mengatakan pada Kamis, penduduk di tujuh distrik harus mngikuti tes Covid-19 mulai Sabtu (11/6).

China melaporkan 73 kasus Covid-19 lokal pada Jumat, termasuk delapan di Beijing dan 11 di Shanghai, menurut Komisi Kesehatan Nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×