kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 5.963   76,48   1,30%
  • KOMPAS100 788   13,02   1,68%
  • LQ45 596   9,18   1,56%
  • ISSI 204   2,65   1,32%
  • IDX30 339   5,06   1,51%
  • IDXHIDIV20 419   4,86   1,17%
  • IDX80 89   1,42   1,62%
  • IDXV30 112   1,55   1,41%
  • IDXQ30 109   1,33   1,23%

YouTube Memperluas Fitur Belanja di Tengah Pelambatan Iklan Digital


Selasa, 15 November 2022 / 16:29 WIB
ILUSTRASI. YouTube membawa fitur belanja ke layanan video bentuk pendek seperti TikTok. REUTERS/Lucy Nicholson/File Photo


Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. YouTube membawa fitur belanja ke layanan video bentuk pendek seperti TikTok, karena terlihat mendiversifikasi aliran pendapatannya yang diperas oleh penurunan belanja iklan, Financial Times melaporkan pada hari Selasa (15 November).

Penjualan iklan di YouTube milik Alphabet merosot menjadi US$ 7,07 miliar pada kuartal ketiga dari US$ 7,2 miliar pada tahun sebelumnya, karena beberapa pengiklan menarik kembali belanja iklan mereka dalam menghadapi perlambatan ekonomi.

Layanan streaming juga menguji skema komisi baru untuk influencer yang menjual produk melalui tautan dalam video, kata surat kabar itu.

Baca Juga: Panduan Cara Update OS Android di Samsung hingga Oppo

YouTube tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Laporan itu muncul beberapa bulan setelah YouTube meluncurkan cara baru bagi pembuat konten untuk menghasilkan uang dari video berdurasi pendek, memperkenalkan iklan pada fitur videonya, Shorts, dan memberi pembuat video 45 persen dari pendapatan.

Situs video dominan internet telah berjuang untuk bersaing dengan TikTok, aplikasi yang memulai hosting video lip-sync dan dance dan kemudian berkembang menjadi 1 miliar pengguna bulanan.




TERBARU

[X]
×