Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Korea Utara tengah menyiapkan tambahan sekitar 10.000 pasukan untuk dikirim ke Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah laporan mengenai keterlibatan pasukan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina.
Zelenskiy mengatakan lebih dari 8.000 pasukan Korea Utara saat ini berada di wilayah Rusia. Mengutip data terbaru, ia menyebut pasukan tambahan tersebut sedang diseleksi untuk menjalani pelatihan sebelum kemudian dikirim ke Rusia.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah Selasa (29/9), Jelang Keputusan Suku Bunga RBA
"Pasukan-pasukan tersebut sedang diseleksi untuk pelatihan dan kemudian dikirim ke Rusia," tulis Zelenskiy dalam unggahan di platform X pada Senin (28/9/2026), seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya pada Agustus, Zelenskiy mengatakan hingga 50.000 tentara Korea Utara berpotensi dikirim untuk membantu Rusia. Ia juga meminta Korea Selatan meningkatkan dukungan bagi sistem pertahanan udara Ukraina.
Korea Selatan pada Juli lalu mengumumkan paket bantuan senilai US$ 100 juta untuk Ukraina. Namun, bantuan tersebut tidak mencakup persenjataan mematikan.
Pernyataan terbaru Zelenskiy muncul setelah hubungan Kyiv dan Seoul sempat memanas terkait pengungkapan pemindahan dua tentara Korea Utara yang ditangkap Ukraina ke Korea Selatan.
Baca Juga: OpenAI Batalkan Peluncuran GPT-6.1 Astra karena Masalah Keamanan
Seoul menyatakan keberatan karena informasi mengenai pemindahan tersebut sebelumnya disepakati untuk dirahasiakan.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan bahkan memanggil penjabat Duta Besar Ukraina untuk menyampaikan protes dan meminta penjelasan serta permintaan maaf dari Kyiv.
Seoul juga mempersoalkan pernyataan kantor kepresidenan Ukraina yang membantah adanya kesepakatan kerahasiaan tersebut.
Sejak 2024, Korea Utara diperkirakan telah mengirim sekitar 14.000 hingga 15.000 pasukan untuk mendukung Rusia dalam perang di Ukraina, berdasarkan perkiraan Ukraina dan Korea Selatan.
Sebagian besar pasukan tersebut ditempatkan di wilayah Kursk untuk membantu Rusia menghadapi serangan Ukraina.
Selain mengirim pasukan, Pyongyang juga disebut memasok Rusia dengan jutaan peluru artileri dan mortir, serta rudal balistik, sistem artileri jarak jauh dan sistem peluncur roket multipel berdasarkan sejumlah penilaian Ukraina dan sumber independen.
Baca Juga: Harga Kedelai Tertekan Selasa (29/9), China Tak Pangkas Tarif Impor dari AS
Di sisi lain, Rusia terus meningkatkan kapasitas militernya. Reuters melaporkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin memerintahkan peningkatan jumlah personel aktif militer Rusia menjadi 1,55 juta orang.














