kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Zelenskyy Minta Warganya Bersiap Hadapi Serangan Besar Rusia di Musim Dingin


Senin, 13 November 2023 / 10:36 WIB
ILUSTRASI. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada hari Minggu (12/11) meminta warganya untuk bersiap menghadapi gelombang serangan Rusia yang baru pada musim dingin.

Peringatan Zelenskyy tersebut keluar sehari setelah pasukan Rusia melancarkan serangan rudal pertama mereka ke ibu kota, Kyiv dalam waktu sekitar tujuh minggu.

"Kita hampir memasuki pertengahan bulan November dan harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa musuh mungkin akan meningkatkan jumlah serangan drone atau rudal terhadap infrastruktur kita," kata Zelenskyy, dikutip Reuters.

Atas dasar itu, Zelenskyy meminta militer untuk fokus pada pertahanan, respons terhadap teroris dan segala hal yang bisa dilakukan untuk melewati musim dingin.

Baca Juga: Rumor Merebak, Vladimir Putin Bakal Berkuasa Seumur Hidup di Rusia

Musim dingin menjadi periode yang lebih mematikan dalam perang di Ukraina.

Pada musim tahun lalu, Rusia melakukan gelombang serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas kelistrikan lainnya yang terhubung dengan pusat daya. Akibatnya, terjadi pemadaman listrik di wilayah yang sangat jauh dari pusat serangan.

Situasi itu menjadi sulit bagi warga Ukraina yang membutuhkan listrik untuk menghangatkan diri di tengah musim dingin.

Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko, pada hari Sabtu mengatakan bahwa Ukraina akan memiliki sumber daya energi yang cukup untuk melewati musim dingin, namun dirinya tidak bisa memprediksi seberapa besar serangan Rusia nantinya.

Baca Juga: Ukraina Tak Cemas, Dari 1 Juta Peluru Korut Diprediksi Hanya 4% yang Berfungsi

Pejabat Ukraina pekan lalu mengatakan Rusia telah menyerang infrastruktur Ukraina sebanyak 60 kali dalam beberapa pekan terakhir. Manuver ini dilihat sebagai indikasi bahwa gelombang serangan baru Rusia telah dimulai.

Kepala pasukan darat Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, mengatakan bahwa pasukan Rusia lebih aktif di sektor Bakhmut dan berusaha memulihkan posisi yang hilang.

Bakhmut direbut oleh pasukan Rusia pada bulan Mei setelah berbulan-bulan pertempuran sengit. Kini pasukan Ukraina mulai berhasil merebut kembali desa-desa terdekat. Akhir pekan lalu, Rusia mengatakan pasukannya telah memukul mundur lima serangan Ukraina di dekat Bakhmut.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×