kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.909   -38,00   -0,21%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Akhirnya, Oxford menjadi jawara universitas dunia


Jumat, 23 September 2016 / 05:59 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

LONDON. Akhirnya, University of Oxford berhasil meraih gelar sebagai universitas paling bergengsi di seluruh dunia. Untuk pertama kalinya, universitas bagi kaum elite Inggris ini menggeser dominasi universitas tersohor asal Amerika Serikat (AS).

Mengutip indeks peringkat universitas dunia versi Times Higher Education yang terbit kemarin, Oxford menggusur jawara bertahan selama lima tahun belakangan. Jawara tahun lalu, California Institute of Technology tergusur ke posisi kedua. Disusul Stanford University di posisi ketiga dan University of Cambridge di posisi empat besar.

Oxford, tempat kuliah bagi empat dari enam Perdana Menteri Inggris, berhasil menggeser rivalnya setelah bujet riset naik 10% di 2015. Secara total, pengeluaran Oxford naik menjadi £ 1,4 miliar atau setara US$ 1,83 miliar.

"Tapi Brexit merupakan ancaman serius bagi reputasi University of Oxford," ujar Phil Baty, Editor Times Higher Education, seperti dikutip Reuters, kemarin.

Kepada BBC, Kanselir Oxford Profesor Louise Richardson, menilai, Brexit berpotensi menjauhkan minat mahasiswa, staf dan pendanaan. Richardson mengatakan, kompetitor Oxford telah mendekati 17% dari staf fakultas Oxford yang merupakan warga Uni Eropa (UE).

"Banyak universitas di dunia yang telah meminta mereka warga UE untuk kembali ke universitas negara asal mereka," jelas Richardson.

Dari sisi pendanaan, hingga saat ini Pemerintah Inggris belum berani berjanji akan menggantikan subsidi yang diterima Oxford dari UE. Selama ini, Oxford mendapatkan sumbangan pengembangan dana senilai £ 67 juta dari European Research Council.

"Kami sangat khawatir soal pendanaan," ujar Richardson.

Catatan saja, tujuh dari 10 universitas top dunia masih dikuasai oleh universitas asal AS. Diantaranya Massachusetts Institute of Technology, Harvard University dan Princeton University.

Sementara, selain Oxford, ada University of Cambridge dan London's Imperial College yang masuk peringkat 10 besar dunia. Cambridge berada di peringkat empat sedangkan Imperial di posisi delapan.

Di kawasan Eropa, universitas asal Jerman dan Belanda masih mendominasi. Dua negara tersebut memiliki masing-masing 41 dan 13 universitas yang masuk top 200.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×