| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Donald Trump diduga menghindari pajak

Minggu, 02 Oktober 2016 / 17:25 WIB

Donald Trump diduga menghindari pajak

NEW YORK. Calon presiden Republik, Donald Trump mengalami kerugian US$ 916 juta pada tahun 1995 dalam perhitungan pajak penghasilannya. Trump diduga menghindari pembayaran pajak hingga 18 tahun dengan melakukan pemotongan pajak.

New York Times melaporkan telah memperoleh dokumen pajak Trump pada tahun 1995 yang menyatakan bahwa dirinya mendapatkan manfaat pajak yang besar atas kesepakatan keuangan pada tahun 1990an.

Surat kabar tersebut menyewa para ahli pajak untuk menganalisis catatan Trump. Laporan para ahli pajak mengatakan, aturan pajak di Amerika Serikat sangat menguntungkan untuk pelapor kaya. Sehingga Trump menggunakan kerugiannya sebesar US$ 916 juta untuk membatalkan jumlah yang setara dengan penghasilan kena pajak selama 18 tahun.

The Times menulis, meskipun penghasilan kena pajak Trump di tahun-tahun berikutnya belum diketahui, namun kerugian senilai US$ 916 juta pada tahun 1995 cukup besar untuk menghapus lebih dari $ 50 juta setahun pendapatan kena pajak selama lebih dari 18 tahun.

Trump telah menolak untuk merilis catatan pajaknya. Tidak seperti calon presiden sebelumnya dalam sejarah modern.

Trump juga membantah bahwa dirinya menghindari pajak. Dalam kampanyenya ia balik menuding New York Times mendapatkan dokumen pajak secara ilegal. Dia juga menuding, New York Times adalah perpanjangan dari saingannya, Hillary Clinton.

"Trump, adalah seorang pengusaha yang sangat terampil dan bertanggung jawab untuk bisnisnya, keluarganya dan karyawannya. Serta membayar pajak tidak lebih dari yang dibutuhkan secara hukum," dalam sebuah pernyataan kampanye Trump menanggapi berita New York Times.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa Trump telah membayar ratusan juta dolar dalam pajak properti, penjualan dan pajak cukai, pajak real estate, pajak kota, pajak negara, pajak karyawan dan pajak federal, bersama dengan kontribusi amal yang sangat besar.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

PEMILU AS

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0582 || diagnostic_web = 0.2260

×