| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ini analisis Goldman Sachs atas yuan China

Senin, 11 Januari 2016 / 20:44 WIB

Ini analisis Goldman Sachs atas yuan China

NEW YORK. Mata uang China, yuan, sudah mencatatkan pelemahan yang cukup signifikan pada awal tahun ini. Namun, menurut Goldman Sachs, yuan masih akan melemah tajam pada tahun ini.

Menurut prediksi Goldman, nilai tukar yuan terhadap dollar AS akan menyentuh level 7,0 pada akhir tahun ini. Naik dari posisi saat ini di kisaran 6,5807 per dollar AS.

"Hal itu merefleksikan kombinasi penilaian bahwa pemerintah China menginginkan kenyamanan dengan depresiasi yang moderat atas China Foreign Exchange Trade System (CFETS)," jelas Goldman.

Tim analisis Goldman melihat, pelemahan moderat yang dimaksud sekitar 2,5%. Selain itu, lanjut Goldman, dollar AS akan terapresiasi lebih tinggi melawan mata uang lainnya pada tahun ini.

Renminbi atau yang juga dikenal dengan yuan, sepanjang 2016 ini sudah menyebabkan guncangan di pasar global.

Pada minggu lalu, People's Bank of China kembali melakukan intervensi terhadap yuan tanpa memberikan indikasi yang cukup kepada market kapan hal itu akan berakhir. Faktor ini pula yang menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham global.

Pada Kamis (7/1), PBOC juga membiarkan yuan mengalami pelemahan terbesar dalam lima tahun terakhir ke level terendahnya sejak 2011.

PBOC juga diyakini melakukan intervensi beberapa kali pada pekan lalu, termasuk hari Jumat, untuk memperlambat proses pelemahan yuan.

Pada Senin, PBOC menetapkan nilai tukar yuan terhadap dollar di posisi 6,5626. Hal ini mengindikasikan penguatan tipis yuan terhadap dollar dibanding nilai tukar Jumat di posisi 6,5636.

"Pemerintah China sepertinya berupaya untuk mengendalikan ekspektasi depresiasi yuan dengan menetapkan nilai tukar yuan sedikit lebih kuat dari sebelumnya (Jumat)," papar Goldman.

Meski demikian, Goldman memprediksi, renminbi akan terus terdepresiasi mengingat siklus pelemahan pada perekonomian ke depannya.

 


Sumber : CNBC
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

PEREKONOMIAN CHINA

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0545 || diagnostic_web = 0.2125

Close [X]
×