kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

AS–Taiwan Sepakati Tarif 15%, Investasi dan Impor Energi Naik Tajam


Jumat, 13 Februari 2026 / 09:49 WIB
AS–Taiwan Sepakati Tarif 15%, Investasi dan Impor Energi Naik Tajam
ILUSTRASI. Perjanjian dagang AS-Taiwan menetapkan tarif impor 15% untuk produk Taiwan. Di sisi lain, Taiwan hapus tarif AS dan berkomitmen pembelian besar (via REUTERS/LAURENT GILLIERON)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menandatangani perjanjian dagang timbal balik (reciprocal trade agreement) final dengan Taiwan yang menetapkan tarif impor sebesar 15% untuk produk asal Taiwan.

Di sisi lain, Taiwan berkomitmen untuk menghapus atau menurunkan tarif atas hampir seluruh barang asal AS secara bertahap.

Dokumen yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Dagang AS atau Office of the United States Trade Representative pada Kamis (12/2/2026) tersebut juga mengatur peningkatan signifikan pembelian barang-barang asal AS oleh Taiwan sepanjang 2025 hingga 2029.

Komitmen Pembelian Energi, Pesawat, hingga Peralatan Industri

Dalam perjanjian tersebut, Taiwan berkomitmen meningkatkan impor dari AS, termasuk:

  • US$ 44,4 miliar untuk gas alam cair (LNG) dan minyak mentah

  • US$ 15,2 miliar untuk pesawat sipil dan mesin

  • US$ 25,2 miliar untuk peralatan jaringan listrik, generator, peralatan kelautan, dan industri baja

Kesepakatan ini melengkapi kerangka kerja perdagangan yang telah disepakati pada Januari lalu, yang memangkas tarif atas produk Taiwan—termasuk dari industri semikonduktor andalannya—menjadi 15% dari sebelumnya 20% yang diberlakukan pemerintahan Trump.

Baca Juga: Kebijakan Iklim AS Berbalik Arah, Trump Cabut Regulasi Emisi Era Obama

Dengan tarif 15%, posisi Taiwan kini sejajar dengan para pesaing ekspor terdekatnya di Asia, yakni Korea Selatan dan Jepang.

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyebut kesepakatan ini sebagai momentum penting bagi transformasi ekonomi Taiwan.

“Ini adalah momen penting bagi ekonomi dan industri Taiwan untuk mengikuti arus perubahan dan menjalani transformasi besar,” tulis Lai di akun Facebook resminya.

Ia menambahkan, perjanjian tersebut akan mengoptimalkan kerangka kerja ekonomi dan perdagangan Taiwan–AS, membangun rantai pasok industri yang tepercaya, serta membentuk kemitraan strategis teknologi tinggi antara kedua pihak.

Lebih dari 2.000 Produk Bebas Tarif Timbal Balik

Taiwan juga memperoleh pengecualian tarif timbal balik untuk lebih dari 2.000 item produk yang diekspor ke AS. Dengan kebijakan ini, rata-rata tarif atas ekspor AS turun menjadi 12,33%, menurut Lai.

Meski demikian, perjanjian ini masih memerlukan persetujuan parlemen Taiwan, di mana partai oposisi saat ini memegang mayoritas kursi.

Baca Juga: Mengejutkan! Trump Tunda Larangan Teknologi China Jelang Bertemu Xi

Janji Investasi US$ 250 Miliar di AS

Dalam kesepakatan Januari, Taiwan berjanji bahwa perusahaan-perusahaannya akan berinvestasi hingga US$ 250 miliar untuk meningkatkan produksi semikonduktor, energi, dan kecerdasan buatan (AI) di AS. Dari jumlah tersebut, US$ 100 miliar telah lebih dahulu dikomitmenkan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah Taiwan juga akan menjamin tambahan investasi senilai US$ 250 miliar di AS.

Dalam naskah final, tidak dijabarkan rincian tambahan mengenai investasi tersebut. Namun, disebutkan bahwa kantor perwakilan Taiwan di AS akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memfasilitasi investasi baru, baik greenfield maupun brownfield, di sektor manufaktur teknologi strategis seperti AI, semikonduktor, dan elektronik canggih.

Penghapusan Tarif Pertanian dan Hambatan Non-Tarif

Perjanjian ini juga menghapus tarif Taiwan hingga 26% untuk sejumlah produk pertanian AS, termasuk daging sapi, produk susu, dan jagung. Namun, beberapa tarif tetap diberlakukan, seperti tarif 40% untuk pork belly dan 32% untuk ham, yang hanya akan diturunkan menjadi 10%.

Selain itu, Taiwan sepakat menghapus hambatan non-tarif untuk kendaraan bermotor dan menerima standar keselamatan otomotif AS, termasuk standar untuk alat kesehatan dan produk farmasi.

Baca Juga: Trump Setujui Pengurangan Agen ICE di Minnesota, Operasi Imigrasi ‘Surge’ Berakhir

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membuka peluang ekspor lebih besar bagi petani, peternak, nelayan, pekerja, dan produsen AS.

Menurutnya, perjanjian ini juga memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan jangka panjang antara kedua negara, serta meningkatkan ketahanan rantai pasok, khususnya di sektor teknologi tinggi.

Defisit Perdagangan AS dengan Taiwan Melebar

Data U.S. Census Bureau menunjukkan bahwa selama 11 bulan pertama 2025, defisit perdagangan AS dengan Taiwan melonjak menjadi US$ 126,9 miliar, dibandingkan US$ 73,7 miliar sepanjang 2024.

Lonjakan defisit tersebut terutama dipicu peningkatan besar impor chip kecerdasan buatan (AI) kelas atas dari Taiwan, yang kini menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global industri semikonduktor.

Dengan kesepakatan final ini, pemerintah AS berharap dapat menyeimbangkan hubungan dagang sekaligus memperdalam kemitraan strategis di tengah meningkatnya persaingan teknologi global.

Selanjutnya: Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI

Menarik Dibaca: Kualitas Foto HP Xiaomi Kini Setara DSLR Berkat HyperOS 3 AI




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×