kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.866   23,00   0,14%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Won Korsel dan Rupiah Melemah Paling Dalam di Tengah Pergerakan Lesu Mata Uang Asia


Jumat, 13 Februari 2026 / 09:40 WIB
Won Korsel dan Rupiah Melemah Paling Dalam di Tengah Pergerakan Lesu Mata Uang Asia
ILUSTRASI. Uang tunai (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mayoritas mata uang Asia bergerak terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (13/2/2026), dengan won Korea Selatan dan rupiah mencatat pelemahan terdalam di antara kawasan.

Berdasarkan data Reuters perdagangan pukul 02.25 GMT, won Korea Selatan melemah 0,33% ke level 1.443,40 per dolar AS, menjadi mata uang dengan kinerja terburuk hari itu. Rupiah Indonesia juga tertekan 0,21% ke posisi 16.845 per dolar AS.

Baca Juga: Standard Chartered Pangkas Target Harga Bitcoin 2026 Menjadi Segini

Di kawasan lain, yen Jepang turun 0,24% ke 153,10 per dolar, sementara ringgit Malaysia melemah 0,20% ke 3,908.

Dolar Singapura terkoreksi 0,10%, baht Thailand dan peso Filipina masing-masing turun 0,06%, sedangkan yuan China dan dolar Taiwan hanya bergerak tipis.

Pergerakan yang relatif lesu ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah penguatan dolar AS dan penantian data ekonomi utama AS, termasuk inflasi, yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Kinerja Sejak Awal Tahun

Secara year-to-date (YTD) 2026, pergerakan mata uang Asia menunjukkan tren yang beragam.

Yen Jepang justru menguat 2,32% dibanding akhir 2025, sementara ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar di kawasan dengan kenaikan 3,79%.

Baca Juga: Skandal Epstein Menyeret Penasihat Hukum Goldman Sachs

Dolar Singapura juga terapresiasi 1,78%, diikuti baht Thailand (+1,22%) dan peso Filipina (+1,18%).

Sebaliknya, rupiah Indonesia masih melemah sekitar 1,04% dibandingkan posisi akhir tahun lalu, menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah sepanjang tahun berjalan. Won Korea Selatan juga turun tipis 0,27% secara YTD, sementara rupee India melemah 0,79%.

Pergerakan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap mata uang Asia masih dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, arus modal global, serta ekspektasi suku bunga di negara maju.

Bagi rupiah dan won, sensitivitas terhadap sentimen eksternal dan pergerakan yield obligasi AS menjadi faktor dominan dalam jangka pendek.

Selanjutnya: Standard Chartered Pangkas Target Harga Bitcoin 2026 Menjadi Segini

Menarik Dibaca: IHSG Koreksi Lagi (13/2), Ini Saham LQ45 yang Menguat dan Turun




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×