INTERNASIONAL
Berita
KFC kurangi pemasok ayam dari China

INDUSTRI MAKANAN

KFC kurangi pemasok ayam dari China


Telah dibaca sebanyak 1260 kali
KFC kurangi pemasok ayam dari China

BEIJING. Yum! Brands Inc, pemilik merek rumah makan KFC dan Pizza Hut menghentikan kerjasama dengan lebih dari 1.000 pengusaha pemotongan hewan berskala kecil dari China. Manajemen ingin mengurangi pasokan ayam China  setelah kasus daging ayam berkandungan obat penggemuk.

Manajemen Yum! menjelaskan, pemutusan hubungan kerjasama itu merupakan bagian strategi perusahaan untuk membeli pelajaran bagi pengusaha kecil di China yang masih suka melanggar ketentuan. Ini sekaligus demi mengembalikan citra perusahaan bahwa KFC menggunakan bahan baku makanan yang sehat dan higienis. "Pemerintah China sudah punya standar penggunaan zat aditif, kami sangat menyesal masih ada beberapa orang yang melanggar aturan itu," kata Sam Su, Presiden Direktur dan Chief Executive Yum! China.

Selain itu, manajemen juga menyiapkan langkah lain untuk mengembalikan bisnis restoran KFC di China. Namun mereka merahasiakannya.

Sekadar mengingatkan, media di China mengungkap KFC dan McDonald's menggunakan bahan baku daging ayam tak sehat pada tahun lalu. Daging ayam yang berasal dari petani di Shandong tersebut mengandung antibiotik dan hormon pertumbuhan yang melebihi kadar kesehatan makanan.

Pemerintah China juga telah menyelesaikan masalah ini dan menyalahkan para petani. Otoritas Keamanan Makanan China tidak memberi sanksi Yum!.
Namun, kasus ini menyebabkan penjualan KFC di China anjlok. Sebanyak 5.300 jaringan restoran KFC di China langsung sepi pembeli. Manajemen juga memprediksi laba pada tahun lalu turun dari 2011 karena China menyumbang lebih dari 50% terhadap seluruh bisnisnya.

Pembatasan gerai

Tahun ini, bisnis Yum! kembali tersandung. Hambatan itu berasal dari kebijakan pemerintah Indonesia yang membatasi jumlah gerai bisnis restoran maksimal 250 unit, lebih dari itu harus diwaralabakan. Di Indonesia, ada lebih dari 700 gerai restoran KFC dan Pizza Hut. "Kebijakan ini akan menghambat laju ekspansi Yum! di Indonesia," ucap Darren Tristano, Wakil Presiden Eksekutif Technomic Inc (perusahaan peneliti restoran).

Namun, juru bicara Yum! menyatakan, pihaknya tetap bisa ekspansi. PT Fast Food Indonesia Tbk sebagai pemegang merek KFC di Indonesia, menawarkan penyertaan modal ke investor untuk mengatasi kebijakan itu. Mereka akan melepas 40% saham ke investor sehingga tidak perlu mewaralabakan lagi gerainya.

Editor: Adi Wikanto
Sumber: Bloomberg
Telah dibaca sebanyak 1260 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..