kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.603
  • EMAS590.870 -0,68%

Mendapat cap buruk gara-gara tanah kelahirannya (4)

Jumat, 16 Maret 2018 / 16:19 WIB

 Mendapat cap buruk gara-gara tanah kelahirannya (4)
ILUSTRASI. FENOMENA - Emanuele Saputo

KONTAN.CO.ID - Bukan perkara mudah mengurusi perusahaan yang bisa bertahan lama hingga sekarang. Bukan cuma bisa bertahan, bahkan menjadi perusahaan keju terbesar di Kanada. Itu sebabnya miliarder Emanuele Saputo diakui sebagai salah satu pengusaha ulung di Kanada. Sempat mendapat cap buruk karena berasal dari Sisilia, Italia, Saputo mampu membuktikan bahwa bisnisnya kian membesar karena usaha keras, bukan lantaran bisnis yang tidak sah.

Tak terlintas dalam benak Emanuele Saputo, perusahaan keju yang dirintis keluarganya bisa membesar seperti sekarang. Bahkan menjadi yang terbesar di Kanada. Pada saat awal merintis bisnis ini, keluarga Saputo tak memasang ambisi besar. Yang penting perusahaan bisa berjalan dan menghasilkan untung.

Bahkan, Saputo awalnya sama sekali tak tertarik bergabung dengan perusahaan keju ketika dirikan ayahnya pada tahun 1950. Perusahaan itu berdiri setelah keluarga Saputo merantau ke Kanada.

Baru beberapa tahun kemudian, Saputo berubah pikiran. Saat itu, ia melihat sang ayah tak lagi memiliki semangat berbisnis. Menurut Saputo, ayahnya merasa gagal mendirikan bisnis di Kanada. Padahal di Italia, sang ayah  terbilang pengusaha yang cukup andal.

Melihat kenyataan itu, Saputo pun merasa perlu mengembalikan semangat ayahnya yang hilang. Saputo kemudian mulai mencari pekerjaan untuk menambah modal  perusahaan keluarganya. Ia bekerja di bagian pergudangan di sebuah perusahaan pengolah daging asal Italia di Kanada. Ia bekerja enam hari sepekan, 20 jam sehari selama dua tahun dan tak pernah menggunakan uangnya sama sekali.

Penghasilan itu yang dipakainya untuk mendirikan toko keju pertama milik keluarganya. Perlahan, toko keju Saputo berkembang biak dan menjelma menjadi perusahaan besar.

Kini, pria yang masuk 10 besar orang terkaya di Kanada tersebut, mendidik anaknya agar bermental keras kepala. Menurutnya, setiap pebisnis harus memiliki sifat yang keras. Ia mencontohkan, sejak umur 17 tahun, dirinya sangat keras kepala dan berani melakukan apa saja agar bisa sukses.

Perlu diketahui juga, kota kelahiran Saputo di Sisilia, Italia, tak bisa disebut sebagai kota yang ramah. Kota tersebut penuh dengan penjahat dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Bahkan, Sisilia termasuk salah satu kota paling berbahaya di Italia.

Lahir dan besar di lingkungan keras seperti itu, membuat Saputo terpaksa beradaptasi. Ia mengaku pernah mencuri dari kediaman orang kaya di Sisilia dan kemudian membagikan uang curian ke orang yang kurang mampu.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Tri Adi

EMANUELE SAPUTO

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0500 || diagnostic_web = 0.2462

Close [X]
×