: WIB    --   
indikator  I  

Pizza dengan kepuasan pelanggan tertinggi (2)

Pizza dengan kepuasan pelanggan tertinggi (2)

John Schnatter merupakan pebisnis restoran yang sukses. Gerai pizza berlabel Papa John's, sudah memiliki brand yang kuat, khususnya bagi masyarakat di Amerika Serikat (AS). Papa John's saat ini sudah memiliki tidak kurang dari 5.097 gerai restoran. Soal layanan, restoran ini punya nama baik. Dari total jumlah gerai, sebanyak 744 gerai merupakan miliki pribadi Schnatter. Pada awal tahun 2017, Forbes mencatat kekayaan Schnetter telah menembus US$ 1 miliar.

Tangan dingin John Schnatter, berhasil menyulap restoran yang awalnya hanya bermarkas di balik gudang, menjadi salah satu restoran pizza terbesar di dunia. Berdasarkan data bloomberg akhir tahun lalu, restoran pizza bernama Papa John's tersebut telah memiliki 5.097 gerai restoran di seluruh dunia yang memperkerjakan tidak kurang dari 20.700 karyawan.

Dari total restoran Papa John's tersebut, sebanyak 744 cabang merupakan milik Schnatter pribadi. Sementara, 4.353 sisanya merupakan restoran waralaba, berkantor pusat di Lousville, Kentucky, Amerika Serikat (AS).

Asal tahu saja, Papa John's baru mulai melebarkan sayap dan menawarkan bisnis waralaba pizza sekitar tahun 1986. Setelah Schnatter memulai bisnis waralaba, jumlah restorannya pun langsung melesat menjadi 100 cabang dalam waktu satu tahun.

Pria berusia 55 tahun tersebut tidak menghentikan langkah ekspansi perusahaannya sampai situ, di bulan Juni 1993, Papa John's pun melantai di bursa saham NASDAQ dengan kode emiten PIZZA. Schnatter menyebut, prosesnya dalam membesarkan Papa John's sangat penuh dengan lika-liku.

Dalam wawancaranya dengan CNBC, Schnatter menyebut, pada tahun 1991 hanya memiliki dana kas US$ 2.000 di rekening perusahaannya. Namun tiga tahun berselang, perusahaan pizza miliknya sudah mencetak valuasi sebesar US$ 200 juta.

Setelah berhasil meraup cuan cukup banyak, Schnatter pun kembali membeli mobil Camaro keluaran tahun 1972 seharga US$ 250.000. Mobil itu sempat dia jual di tahun 1983 seharga US$ 20.000, demi memodali usaha ayahnya.


Reporter Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor Tri Adi

JOHN SCHNATTER

Feedback   ↑ x
Close [X]