kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sinopec akuisisi kilang minyak Chevron di Afsel

Senin, 20 Maret 2017 / 11:04 WIB

Sinopec akuisisi kilang minyak Chevron di Afsel

SINGAPURA. China makin gencar mengamankan kebutuhan minyaknya. Terbaru, China Petroleum dan Chemical Corp (Sinopec) akan mengakuisisi kilang minyak milik Chevron di wilayah Afrika Selatan.

Jika kesepakatan tersebut terwujud, maka ini akan menjadi kilang pertama Sinopec di benua Afrika. Valuasi akuisisi kilang minyak terbesar di Afrika tersebut mencapai US$ 1 miliar. Saat ini, Sinopec dikabarkan dalam penawaran terakhir dengan Chevron.

Sumber Reuters menjelaskan, lelang yang telah dibuka selama satu tahun tersebut berhasil dimenangkan Sinopec yang mengalahkan penawar lain seperti Total, perusahaan asal minyak Prancis, Glencore dan Gunvor.

Meski begitu, proses akuisisi masih menemui ganjalan. Sebab Pemerintah Afrika Selatan ingin menjaga operasi kilang. Sementara Sinopce dikabarkan lebih memilih mengonversi minyak ke terminal penyimpanan karena dinilai lebih menguntungkan.

Sinopce masih berdiskusi dengan Pemerintah Afrika Selatan untuk menjaga produksi kilang minyak tetap lancar. Produksi minyak harus dijaga 110.000 barel per kilang per hari di Cape Town.

Selain berambisi menguasai aset kilang minyak, sebelumnya Sinopec juga sedang mengubah produk petrokimia China ke kualitas tinggi.

Chairman Sinopec Wang Yupu mengatakan akan berinvestasi US$ 29,05 miliar untuk upgrade empat penyulingan sepanjang tahun 2016 sampai 2020.

Dengan memperbaharui kapasitas penyulingan tersebut maka produksi akan bertambah menjadi 130 juta ton per tahun atau setara 2,6 juta barel per hari. Juga, mengurangi biaya logistik dan mengoptimalkan struktur produk.

Jurubicara Chevron Braden Reddal mengatakan, penjualan bisnis Chevron di Afrika Selatan termasuk kilang minyak di Cape Town masih dalam proses. "Masih didiskusikan permintaan kepentingan kepemilikan saham sebesar 75%," terang Reddal seperti dikutip Reuters. Sisanya, saham 25% dikuasai oleh konsorsium Black Economic Empowerment dan gabungan karyawan.

Selain kilang, Chevron juga memiliki pabrik pelumas di pantai timur Durban. Pabrik tersebut memiliki tangki penyimpanan dan jaringan stasiun layanan Caltex. Rothschild & Co akan membantu Chevron menjual asetnya.


Reporter: Mona Tobing

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×