: WIB    —   
indikator  I  

Taipan teknologi merajai daftar orang terkaya

Taipan teknologi merajai daftar orang terkaya

PERUSAHAAN teknologi tengah naik daun. Harga saham perusahaan-perusahaan teknologi ternama dunia pun terus menanjak. Tak ayal, pundi harta sang pendiri atau pemilik perusahaan teknologi ikut melambung.

Bahkan, mereka mendominasi daftar teratas miliarder dunia. Dari 10 besar orang dengan kekayaan tertinggi sejagad versi Bloomberg Billionaires Index per Jumat (28/7), empat diantaranya merupakan pengusaha kakap di bidang teknologi

Mereka terdiri dari Bill Gates, pendiri Microsoft, di posisi pertama dengan kekayaan senilai US$ 90,7 miliar. Posisi Gates dibayangi pendiri Amazon, Jeff Bezos dengan jumlah harta kekayaan US$ 89,3 miliar.

Selanjutnya Mark Zuckerberg, yang juga pendiri raja media sosial Facebook, masuk di urutan kelima dengan kekayaan berjumlah US$ 72,5 miliar. Lalu Larry Ellison yang merupakan pendiri Oracle, berada di urutan ketujuh dengan jumlah kekayaan US$ 52,2 miliar.

Meski sama-sama di bidang teknologi, namun Bezos dan juga Zuckerberg, merupakan pengusaha yang sukses berkat tren pemanfaatan teknologi, yakni belanja elektronik alias e-commerce dan sosial media.

Bahkan, pertumbuhan kekayaan Bezos dan Zuckerberg, jauh lebih tinggi ketimbang Gates. Sepanjang tahun 2017, harta Bezos bertambah US$ 23,9 miliar dan Zuckerberg meningkat US$ 22,5 miliar. Sedangkan, harta Gates bertambah sekitar US$ 8,33 miliar.

Oleh sebab itu, banyak yang meramalkan, tidak lama lagi Bezos akan menyodok Gates sebagai orang paling tajir sejagad.

Seperti diberitakan Bloomberg, Kamis (27/7), kekayaan Bezos saat ini telah melonjak hingga lima kali lipat, terhitung sejak Amazon melantai di bursa efek Amerika Serikat (AS) dua dekade silam. Dan dalam dua tahun terakhir ini, kekayaan Bezos melejit 200%, yang menyebabkan dirinya masuk jajaran lima besar miliarder dalam indeks miliarder dunia.

Kinerja Amazon memang luar biasa. Di awal perdagangan Kamis (27/7), harga saham Amazon sempat naik 1,6%. Kenaikan harga saham Amazon tersebut sempat membuat harta Bezos melampaui harta Gates. Kenaikan harga saham Amazon itu seiring proyeksi tinggi analis terhadap kinerja perusahaan tersebut.

Terbukti, pendapatan Amazon tercatat sebesar US$ 37,96 miliar di semester I 2017, di atas ekspektasi analis yang senilai US$ 37,18 miliar. Meski demikian, laba bersih per saham atau earning per share (EPS) Amazon yang sebesar US$ 0,5. Nilai ini lebih rendah dari prediksi analis yang memperkirakan senilai US$ 1,42 per saham.

Nah, karena laba yang diterima tak sesuai prediksi analis, koreksi pun melanda saham Amazon. Alhasil, jumlah kekayaan Bezos kembali melorot ke posisi kedua di bawah Gates.

Laba Amazon tak sesuai harapan karena perusahaan ini punya strategi lain. "Sebagai investor, semua orang tahu bahwa Amazon tidak peduli dengan urusan pertumbuhan laba," kata Michael Yoshikami, pendiri Destination Wealth Management kepada.

Penyebab keuntungan Amazon bagi pemegang saham di bawah ekspektasi analis adalah karena aksi ekspansi perusahaan ini yang sangat agresif. Kata Yoshikami, pendapatan Amazon saban tahun naik sekitar 25%. Namun uangnya kemudian diinvestasikan lagi untuk mengembangkan usaha.

Semisal bulan lalu, Amazon menggelontorkan dana senilai US$ 14 miliar untuk membeli Whole Food.

Adapun mesin utama pendorong bisnis Amazon adalah anak usahanya bernama Amazon Web Services, yang saban tahun bisa mencetak pertumbuhan pendapatan 42%.


Reporter Yuwono Triatmodjo
Editor Wahyu Rahmawati

ORANG KAYA / TAIPAN

Feedback   ↑ x
Close [X]