kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

10 Barang yang Harganya Bakal Melejit Akibat Tarif Trump, Kelas Menengah AS Menjerit


Jumat, 11 April 2025 / 03:30 WIB
10 Barang yang Harganya Bakal Melejit Akibat Tarif Trump, Kelas Menengah AS Menjerit
ILUSTRASI. Tarif impor AS pada tahun 2025 akan mengubah anggaran rumah tangga kelas menengah di Negeri Paman Sam itu.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

8. Bahan Bangunan (Kayu, Dinding Gipsum)

Perbaikan dan renovasi rumah merupakan hal yang standar bagi pemilik rumah kelas menengah yang ingin merawat atau memperbaiki properti mereka. 

Kanada, yang memasok lebih dari 70% kayu AS, dan Meksiko, sumber utama gipsum, menghadapi tarif sebesar 25%.

Hal ini mendorong biaya konstruksi, dengan proyek-proyek yang berpotensi menelan biaya lebih dari US$ 1.200 masing-masing. Renovasi dapur seharga US$ 5.000 dapat membengkak hingga US$ 6.200. 

9. Mainan dan Peralatan Olahraga

Hadiah berupa mainan dan perlengkapan olahraga menghadirkan kegembiraan dan aktivitas bagi anak-anak di keluarga kelas menengah. Tarif sebesar 34% untuk Tiongkok, pemasok utama, ditambah tarif universal sebesar 10%, menaikkan harga sebesar 10% hingga 15%.

Satu set Lego seharga US$ 50 mungkin naik menjadi US$ 57 atau US$ 58. Sementara Harga bola sepak bisa lebih mahal US$ 5. 

Keluarga yang menghabiskan US$ 300 per tahun untuk barang-barang ini menghadapi tambahan biaya sebesar US$ 30 hingga US$ 45. 

Tonton: Airlangga dan Si Mulyani akan Temui Otoritas AS Guna Negosiasi Tarif Trump

10. Kopi dan Cokelat

Kopi dan cokelat adalah kemewahan kecil yang dinikmati rumah tangga kelas menengah setiap hari. Tarif universal sebesar 10% untuk Brasil dan Kolombia, ditambah 21% untuk Pantai Gading untuk kakao, mendorong harga naik 5%-10%.

Sebungkus kopi seharga US$ 10 mungkin mencapai US$ 10,50 hingga US$ 11. Dengan 62% orang Amerika minum kopi setiap hari, kenaikan kecil ini berdampak pada anggaran. 

Meskipun tidak sedrastis biaya mobil, kenaikan ini tetap menggerogoti kenyamanan dari kebiasaan minum kopi, sehingga menguji fleksibilitas finansial.



TERBARU

[X]
×