kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

2030, Rusia Bakal Produksi Lebih dari 32.000 Drone Per Tahun


Senin, 08 Januari 2024 / 06:51 WIB
2030, Rusia Bakal Produksi Lebih dari 32.000 Drone Per Tahun
ILUSTRASI. Drone?Okhotnik-B milik Rusia.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia berencana memproduksi lebih dari 32.000 drone setiap tahun pada tahun 2030. Menurut laporan kantor berita TASS, produsen dalam negeri akan menguasai 70% pangsa pasar.

Informasi saja, TASS mengutip pernyataan Wakil Perdana Menteri Pertama Andrei Belousov pada hari Sabtu (6/1/2023).

Melansir Reuters, drone telah banyak digunakan oleh Moskow dan Kyiv sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Kedua belah pihak secara tajam meningkatkan produksi militer seiring berlarutnya perang.

“Volume produksi tahunan kendaraan udara tak berawak (UAV) – tidak termasuk UAV pendidikan – direncanakan sebesar 32.500 unit,” kata Belousov kepada TASS. 

Dia menambahkan, “Ini hampir tiga kali lebih tinggi dari volume produksi saat ini. Pada saat yang sama, direncanakan pangsa UAV Rusia akan menguasai 70% pasar UAV jenis ini.”

Moskow telah menggunakan drone Shahed buatan Iran yang diproduksi dengan harga murah, yang dikenal di Ukraina karena mesin bensinnya yang berisik. 

Rusia semakin sering melakukan serangan udara terhadap infrastruktur Ukraina jauh di belakang garis depan perang di timur dan selatan negara itu.

Belousov menegaskan, Rusia akan membiayai proyek nasional UAV dengan dana sebesar 696 miliar rubel (US$ 7,66 miliar) pada tahun 2030.

Baca Juga: Khawatir Konflik Gaza Terus Meluas, Menlu AS Blinken Temui Presiden Turki Erdogan

Selain itu, pemerintah akan mempublikasikan rincian lebih lanjut pada bulan ini.

Tahun lalu Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa UAV dapat digunakan di hampir semua industri, tidak hanya di militer.

Drone Rusia pada awalnya membingungkan pertahanan udara Ukraina karena lebih sulit dideteksi dibandingkan rudal. Di sisi lain, Ukraina menembak jatuh drone murah dengan rudal pertahanan udara yang mahal. Ini bukanlah strategi yang hemat biaya.

Ukraina, sementara itu, telah secara intensif menggunakan drone FPV – drone kecil yang awalnya dimaksudkan untuk penggunaan pribadi sipil tetapi dimodifikasi untuk medan perang – sebagai pilihan yang murah namun efektif untuk pengintaian dan serangan. Taktik inilah kemudian yang ditiru Rusia.

Baca Juga: Mengenal Blok BRICS yang Diprakarsasi Rusia dan 10 Negara Anggota BRICS 2024

Ukraina mengatakan pada bulan Desember bahwa pihaknya berencana memproduksi lebih dari 11.000 drone serang jarak menengah dan jauh pada tahun 2024, serta satu juta drone FPV (first-person-view), yang banyak diminati di garis depan.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×