kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

48 Orang Tewas dalam Tiga Serangan Udara Selama 1 Jam di Gaza


Rabu, 17 Juli 2024 / 09:39 WIB
ILUSTRASI. Sedikitnya 48 orang tewas dalam tiga serangan udara Israel dalam waktu kurang dari satu jam pada hari Selasa. REUTERS/Osama Abu Rabee


Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sedikitnya 48 orang tewas dalam tiga serangan udara Israel dalam waktu kurang dari satu jam pada hari Selasa, menurut laporan dari badan pertahanan sipil Gaza. 

Serangan-serangan ini mengakibatkan 25 orang tewas di sebuah sekolah yang dikelola oleh PBB di daerah Nuseirat, Gaza Tengah, sementara 18 orang tewas di Khan Younis, Gaza Selatan, dan lima orang di Beit Lahiya, Gaza Utara.

Gaza telah menjadi titik panas dalam konflik antara Israel dan kelompok-kelompok militan Palestina. Sejak beberapa dekade, wilayah ini sering menjadi saksi serangan balasan antara kedua belah pihak, dengan penduduk sipil yang sering kali menjadi korban utama. Serangan udara ini adalah bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik yang sudah berlangsung lama.

Baca Juga: Lebih dari 38.000 Penduduk Gaza Tewas, Abbas dan Hamas Sibuk Lempar Tanggung Jawab

Serangan udara ini memiliki dampak yang sangat merugikan bagi penduduk sipil. Selain korban tewas, banyak yang terluka dan kehilangan tempat tinggal. Sekolah-sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting lainnya juga sering menjadi target, memperburuk kondisi kehidupan di Gaza yang sudah sangat memprihatinkan.

Badan-badan kemanusiaan terus berusaha memberikan bantuan, namun sering kali terhambat oleh situasi keamanan yang tidak stabil.

Serangan ini memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Negara-negara dan organisasi internasional menyerukan penghentian kekerasan dan dimulainya kembali perundingan damai. Amerika Serikat dan Uni Eropa, sebagai pemain kunci dalam diplomasi internasional, telah mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan solusi damai.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×