kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ada aroma korupsi, China batal beli beras Thailand


Selasa, 04 Februari 2014 / 11:38 WIB
Ada aroma korupsi, China batal beli beras Thailand
ILUSTRASI. Hingga akhir tahun, IHSG diproyeksi bisa tembus ke level 7.500. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.


Sumber: Reuters | Editor: Asnil Amri

BEIJING. China membatalkan kesepakatan untuk membeli beras dari Thailand karena adanya dugaan perilaku korupsi. Sebelumnya, pemerintah China sepakat membeli sebanyak 1,2 juta ton beras kepada pemerintah Thailand.

Menteri Perdagangan Thailand, Niwatthamrong Bunsongphaisan menyatakan, pembatalan pembelian beras itu menyusul adanya penyelidikan kasus korupsi yang dilakukan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Thailand dalam kasus pengadaan beras negara.

"China akan melakukan bisnis dengan kami setelah KPK Thailand memulai penyelidikan transparansi penawaran beras antara Thailand dan China," kata Niwatthamrong Bunsongphaisan kepada wartawan.

Dia mengatakan, pemerintah Thailand akan membuka tender untuk menjual 400.000 ton beras negara pada pekan depan. Tender beras itu dilakukan karena negara membutuhkan dana untuk membayar beras milik petani yang sudah menunggu dana mereka.

Sebagaimana diketahui, KPK Thailand berencana untuk memeriksa Pernama Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, terkait kasus dugaan korupsi pembelian beras petani oleh pemerintah.




TERBARU

[X]
×