kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Ada pandemi Covid-19, tunjangan pengangguran di Korea Selatan cetak rekor tertinggi


Senin, 13 Juli 2020 / 11:45 WIB
Ada pandemi Covid-19, tunjangan pengangguran di Korea Selatan cetak rekor tertinggi
ILUSTRASI. Jumlah pengguran di Korea Selatan meningkat

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pandemi Covid-19 membuat tingkat pengangguran di Korea Selatan meroket. Ini terlihat dari total tunjangan pengangguran yang dibayarkan pemerintah pada bulan Juni lalu capai rekor tertinggi.

Senin (13/7), Kementerian Pekerja dan Tenaga Kerja Korea Selatan melaporkan, pemerintah telah membayar 1,1 triliun won setara US$ 916 juta di bulan Juni untuk tunjangan pengangguran. Jumlah tersebut naik 62,9% dibandingkan Juni 2019, di mana pemerintah hanya mengeluarkan 428,7 miliar won. 

Baca Juga: Corona di Korea: Infeksi virus corona impor capai 43, rekor tertinggi sejak 25 Maret

Angka tersebut juga telah memecahkan rekor demi rekor yang terbentuk sejak Februari, tepatnya  ketika pandemi Covid-19 mulai memukul ekonomi dan memaksa bisnis untuk memecat karyawan agar tetap bertahan.

Pada bulan Juni, setidaknya ada 106.000 orang baru yang mengajukan tunjangan kepada negara. Jumlah ini naik 30.000 orang dari tahun lalu. 

Selain kenaikan jumlah penganggur, kementerian mengaitkan kenaikan dengan revisi aturan yang mulai berlaku pada bulan Oktober. Hal ini memungkinkan kenaikan jumlah pembayaran dan perpanjangan dalam periode di mana manfaat ditawarkan.

Jumlah pelanggan asuransi kerja pada bulan Juni mencapai 13,87 juta, naik 184.000 orang atau 1,3% secara yoy. Tingkat pertumbuhan angka tersebut telah menunjukkan tren menurun sejak Maret. Tetapi telah meningkat lagi karena kenaikan dalam perekrutan di sektor layanan publik, karena pemerintah telah memulai kembali berbagai bisnis sektor publik dan sekolah "tanpa kontak" yang dibuka kembali secara nasional pada bulan Mei.

Baca Juga: Abaikan lonjakan kasus baru corona di AS, bursa Asia tetap berseri

Angka tersebut turun 2.000 di bisnis penginapan dan restoran, salah satu industri yang paling terpukul oleh pandemi. Terlebih saat pengaturan jarak sosial diperlonggar, tetap saja pemerintah menyarankan kerumunan harus dihindari untuk membendung penyebaran virus.

Berdasarkan kelompok umur, orang-orang yang berusia 29 dan lebih muda serta orang-orang berusia 30-an ternyata merupakan kelompok yang paling terpukul dengan pandemi ini.



TERBARU

[X]
×