Reporter: Rika Theo, Reuters |
MUNICH. Volkswagen AG mengancam keluar dari asosiasi otomotif Eropa ACEA sebagai protes atas komentar Chief Excutive Fiat SpA Sergio Marchionne yang juga menjabat Presiden ACEA. Ketegangan makin menjadi-jadi di industri otomotif Eropa seiring dengan penjualan mobil yang anjlok.
Dalam berita yang diterbitkan The New York Times kemarin (26/7), Marchionne menuding VW melancarkan strategi harga yang menimbulkan ‘pertumpahan darah’ di pasar otomotif Eropa. Surat kabar itu juga melaporkan bahwa banyak bos otomotif termasuk Marchionne yang menuduh VW mengeksploitasi krisis utang Eropa untuk melebarkan pangsa pasarnya.
Mengetahui tudingan ini, VW pun meradang. “Komentar itu sekali lagi menunjukkan bahw Marchionne tak layak menjabat presiden ACEA,” kara Jurubicara VW Stephan Gruehsem dalam pernyataannya melalui email. VW menuntut Marchionne turun dari jabatannya. VW juga berencana meninggalkan asosiasi.
Pertarungan di pasar mobil Eropa memang makin ketat. Kemarin, VW yang bermarkas di Jerman melaporkan laba bersih di semester I yang mencapai rekor. Sebaliknya, Fiat asal Italia dan PSA Peugeot Citroen asal Prancis harus berjuang mengatasi kerugian di Eropa. Perwakilan Fiat tidak mau berkomentar soal ancaman VW tersebut.
Konflik kian tajam
Sebelumnya, Marchionne sudah pernah menampar VW dengan menyarankan produsen Jerman itu ambil bagian untuk mengurangi kelebihan kapasitas di Eropa. Waktu itu, VW, Bayerische Motoren Werke AG, dan Daimler AG mentah-mentah menolaknya.
Menurut analis UBS Philippe Houchois, pabrik ketiga produsen itu berjalan dengan kapasitas 90%. Sementara pabrik otomotif lainnya di kawasan Eropa hanya sanggup beroperasi antara 60%-75% dari kapasitas penuhnya.
Dalam risetnya pada 18 Juli lalu, Max Warburton, analis Sanford C.Bernstein, menyatakan bahwa VW menggunakan laba ‘super normal’ dari China untuk menyubsidi perang harga di Eropa. “Semua orang di industri mengomentarinya dan mengetahuinya. Mungkin tidak enak didengar bagi yang dikomentari, tapi bukankah ini cara kerja pasar bebas yang seharusnya?” tuturnya menanggapi ancaman VW itu.
VW sendiri menyadari kondisi yang terjadi. Chief Sales VW Christian Klingler menjelaskan dalam konferensi pers kemarin bahwa risiko pasar otomotif Eropa makin besar. Ini seiring kompetisi yang jauh lebih ketat. “Persaingan harga otomotif makin tegang dan tekanan ini akan berlanjut dalam bulan-bulan ke depan,” ungkapnya.