Adik Perempuan Kim Jong Un: Kami Tidak Hanya Berantas Virus tapi juga Korea Selatan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:15 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Adik Perempuan Kim Jong Un: Kami Tidak Hanya Berantas Virus tapi juga Korea Selatan

ILUSTRASI. Adik perempuan Kim Jong Un menuduh Korea Selatan menyebabkan wabah Covid-19 di Korea Utara. REUTERS/Jorge Silva.


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menuduh Korea Selatan menyebabkan wabah Covid-19 di negaranya, dan memperingatkan pembalasan ketika Pyongyang menyatakan kemenangan atas virus corona baru.

Pyongyang sebelumnya mengatakan, hal-hal asing di dekat perbatasan dengan Korea Selatan menyebabkan wabah Covid-19 di Korea Utara, sebuah tuduhan yang langsung Seoul bantah.

Terlepas dari larangan yang mulai berlaku pada 2021, para aktivis Korea Selatan selama bertahun-tahun telah menerbangkan balon berisi selebaran propaganda dan dollar AS melintasi perbatasan, yang telah lama Korea Utara kecam.

Pada Kamis (11/8), adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menyalahkan kegiatan di perbatasan atas wabah Covid-19 di Korea Utara.

"Itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Kim Yo Jong, seperti dikutip KCNA dan Channel News Asia lansir.

Baca Juga: Kim Jong Un: Korea Utara Menang dalam Pertempuran Melawan COVID-19

Dia mengatakan, banyak negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui "bahaya penyebaran penyakit menular melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi".

"Sangat mengkhawatirkan, Korea Selatan mengirim selebaran, uang, brosur, dan barang-barang ke wilayah kami," ungkapnya.

Kim Yo Jong pun memperingatkan, Korea Utara sedang mempertimbangkan "tanggapan pembalasan yang kuat".

Jika pengiriman balon terus berlanjut, "kami akan merespons dengan memberantas tidak hanya virus, tetapi juga otoritas Korea Selatan," tegas dia.

Komentar Kim Yo Jong datang ketika Kim Jong Un menyatakan "kemenangan cemerlang" dalam pertempuran melawan Covid-19, setelah para pejabat melaporkan tidak ada kasus baru demam selama hampir dua minggu.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru