kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.997   38,00   0,21%
  • IDX 5.876   -26,72   -0,45%
  • KOMPAS100 775   -8,01   -1,02%
  • LQ45 586   -3,53   -0,60%
  • ISSI 201   -0,74   -0,37%
  • IDX30 334   -1,60   -0,48%
  • IDXHIDIV20 413   -0,23   -0,05%
  • IDX80 88   -0,65   -0,73%
  • IDXV30 111   -0,09   -0,08%
  • IDXQ30 107   -0,08   -0,07%

Agar Yuan Tak Loyo, PBOC Menghentikan Pembelian Obligasi


Jumat, 10 Januari 2025 / 21:23 WIB
ILUSTRASI. A woman wearing a mask walks past the headquarters of the People's Bank of China, the central bank, in Beijing, China, as the country is hit by an outbreak of the new coronavirus, February 3, 2020. REUTERS/Jason Lee/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BEIJING. People Bank of China (PBOC) akan menghentikan pembelian obligasi untuk sementara waktu. Langkah ini untuk menanggulangi spekulasi investor mengenai pertumbuhan ekonomi yang mengakibatkan pelemahan yuan dan penurunan kepercayaan bisnis serta konsumen.

PBOC menyatakan, penghentian pembelian obligasi dilakukan karena pasokan tidak mencukupi, dan belum memutuskan kapan akan melanjutkan lagi pembelian. Sejatinya, pembelian obligasi dilakukan untuk menambah likuiditas tapi efeknya justru membuat harga obligasi turun, begitu juga yuan.

Pada Jumat (10/1), PBOC dikutip Reuters mengeluarkan nilai referensi harian yuan yang lebih tinggi daripada proyeksi pasar. Langkah ini berhasil menstabilkan yuan.

PBOC juga akan menerbitkan surat utang di Hong Kong dengan jumlah besar, tujuannya untuk menyerap likuiditas berlebih di pasar. Bank of America memperkirakan PBOC akan membeli obligasi senilai 3 triliun yuan.
 




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×