kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45893,49   10,42   1.18%
  • EMAS938.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.82%
  • RD.CAMPURAN -0.92%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Ahli virologi China klaim punya bukti virus Covid-19 dibuat di laboratorium Wuhan


Senin, 14 September 2020 / 07:58 WIB
Ahli virologi China klaim punya bukti virus Covid-19 dibuat di laboratorium Wuhan
ILUSTRASI. Ilustrasi virus corona. REUTERS/Pavel Mikheyev


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Seorang ahli virologi China membuat pengakuan yang bombastis. Ahli virologi yang bernama Dr. Li-Meng Yan mengatakan, dia memiliki bukti ilmiah untuk membuktikan Covid-19 adalah buatan manusia di laboratorium di China. Melansir New York Post, selama ini dia dilaporkan bersembunyi karena takut akan keselamatannya. 

Yan, mengeluarkan pernyataan tersebut pada hari Jumat selama wawancara di acara bincang-bincang di Inggris "Loose Woman".

Ketika ditanya dari mana asal virus mematikan yang telah membunuh lebih dari 900.000 di seluruh dunia, Yan yang berbicara melalui obrolan video dari lokasi rahasia menjawab: "Virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan dan laboratorium tersebut dikendalikan oleh pemerintah China.”

Yan bersikeras bahwa laporan luas pada tahun lalu yang mengatakan virus berasal dari pasar basah di Wuhan, China, bertujuan untuk menyamarkan isu. 

Baca Juga: Achmad Yurianto sebut WHO telah peringatkan dunia tentang virus corona jenis baru

"Hal pertama adalah pasar (daging) di Wuhan ... adalah penyamaran isu dan virus ini bukan dari alam," kata Yan seperti yang dikutip dari New York Post.

Ahli virologi ini sebelumnya menuduh Beijing berbohong tentang virus pembunuh dan terlibat dalam menutup-nutupi pekerjaannya secara ekstensif.

Baca Juga: Sembunyikan ancaman corona, Biden sebut Trump layaknya kriminal

Dia mengatakan bahwa mantan pengawasnya di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, sebuah laboratorium rujukan untuk Organisasi Kesehatan Dunia, membungkamnya ketika dia mengeluarkan peringatan tentang penularan dari manusia ke manusia pada Desember tahun lalu.

Pada bulan April, Yan dilaporkan melarikan diri dari Hong Kong ke Amerika untuk meningkatkan kesadaran tentang pandemi.




TERBARU
Corporate Valuation Model Presentasi Bisnis yang Persuasif

[X]
×