kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Akibat krisis chip, produsen mobil berpotensi kehilangan pendapatan US$ 110 miliar


Jumat, 14 Mei 2021 / 15:20 WIB
Akibat krisis chip, produsen mobil berpotensi kehilangan pendapatan US$ 110 miliar
ILUSTRASI. Perakitan mobil Hyundai di Seoul Korea Selatan. REUTERS/Kim Hong-Ji/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Sumber: Reuters | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Produsen mobil otomotif global kekurangan pasokan chip. Kondisi ini berpotensi menghilangkan cuan dari perusahaan otomotif. 

Perusahaan konsultan AlixPartners memproyeksikan kekurangan chip semikonduktor akan membuat produsen mobil kehilangan pendapatan sekitar US$ 110 miliar di tahun ini. Angka itu naik dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 61 miliar. Krisis chip membuat kehilangan produksi 3,9 juta kendaraan.

"Krisis chip telah mendorong kebutuhan pembuat mobil untuk menjadi "proaktif" sekarang, dan menciptakan "ketahanan rantai pasokan" jangka panjang untuk menghindari gangguan di masa depan, kata Mark Wakefield, co-leader dari praktik otomotif global AlixPartners Jumat (14/5) seperti dikutip dari Reuters. 

Baca Juga: Bank ini melayani kelompok LGBTQ, salah satu layanannya menerima pergantian nama

Nantinya produsen mobil akan mencari produsen langsung chip semikonduktor. 

Secara terpisah, Ford Motor Co  mengatakan bahwa pihaknya mendesain ulang suku cadang otomotif untuk menggunakan chip yang lebih mudah diakses, sebagai tanggapan atas kekurangan semikonduktor global.




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×