CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.650   23,00   0,13%
  • IDX 6.459   -81,97   -1,25%
  • KOMPAS100 851   -7,79   -0,91%
  • LQ45 645   -4,44   -0,68%
  • ISSI 223   -3,65   -1,61%
  • IDX30 359   -2,49   -0,69%
  • IDXHIDIV20 448   -1,83   -0,41%
  • IDX80 97   -0,66   -0,68%
  • IDXV30 125   -0,46   -0,37%
  • IDXQ30 115   -0,50   -0,43%

Amazon Tangguhkan Kerja Sama dengan 21 Air Pasca Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami


Senin, 14 September 2026 / 10:07 WIB
Amazon Tangguhkan Kerja Sama dengan 21 Air Pasca Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami
ILUSTRASI. Pemandangan pesawat kargo Amazon Prime Air berada di samping deretan Tesla Cybercab di Miami, Florida (REUTERS/Marco Bello )


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amazon pada hari Minggu menyatakan pihaknya menangguhkan kerja sama operasional dengan 21 Air—maskapai kargo yang mengoperasikan pesawat berlogo Amazon yang mengalami kecelakaan di Miami dan menewaskan lima orang.

"Setelah insiden tragis akhir pekan lalu, kami telah meluangkan waktu untuk mendukung penyelidikan serta meninjau berbagai keadaan terkait, dan kami memutuskan untuk menangguhkan kerja sama operasional dengan 21 Air, operator Penerbangan 7598," ujar juru bicara Amazon, Kelly Nantel, dalam pernyataan kepada Reuters.

"Kami akan terus berupaya mendukung penyelidikan dan membantu semua pihak yang terdampak."

Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Lalu Lintas Kapal Turun ke Level Satu Digit

Pekan lalu, sebuah penerbangan kargo Amazon Prime Air melampaui batas landasan pacu dan mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami.

Penerbangan Prime Air 7598 melampaui batas landasan pacu diagonal bandara sesaat sebelum pukul 14.00 EDT (18.00 GMT) dan menabrak sejumlah kendaraan di darat, menurut keterangan pihak berwenang.

Pesawat tersebut merupakan Boeing 767-300 versi kargo berusia 32 tahun yang sebelumnya beroperasi sebagai pesawat penumpang untuk berbagai maskapai penerbangan dari tahun 1994 hingga 2015, menurut Flightradar24, sebuah layanan pelacakan penerbangan.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), yang sedang menyelidiki kecelakaan tersebut, menyatakan pekan lalu bahwa pilot pesawat kargo Amazon Prime Air sempat mempertimbangkan untuk membatalkan pendaratan setelah pesawat menyentuh landasan, berdasarkan bukti dari perekam data penerbangan.

Baca Juga: Pipa Minyak Arab Saudi Ditutup, 4% Pasokan Global Terancam Hilang

NTSB juga mengungkapkan bahwa salah satu pilot sempat memperingatkan bahwa kecepatan terbang mereka "terlalu tinggi" sekitar satu menit sebelum menyentuh landasan pacu yang kemudian mereka lampaui batasnya tersebut. 

"Kami tetap fokus mendukung keluarga dan orang-orang terkasih yang terdampak oleh 'kecelakaan' ini, serta bekerja sama erat dengan NTSB dan seluruh mitra kami, seperti Amazon, seiring berlanjutnya penyelidikan. Kami yakin dengan kebijakan, prosedur, dan pelatihan keselamatan kami," ujar 21 Air dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.




TERBARU

[X]
×