kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Amazon Tangguhkan Kerja Sama dengan 21 Air Pasca Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami


Senin, 14 September 2026 / 10:07 WIB
Amazon Tangguhkan Kerja Sama dengan 21 Air Pasca Kecelakaan Pesawat Kargo di Miami
ILUSTRASI. Pemandangan pesawat kargo Amazon Prime Air berada di samping deretan Tesla Cybercab di Miami, Florida (REUTERS/Marco Bello )


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amazon pada hari Minggu menyatakan pihaknya menangguhkan kerja sama operasional dengan 21 Air—maskapai kargo yang mengoperasikan pesawat berlogo Amazon yang mengalami kecelakaan di Miami dan menewaskan lima orang.

"Setelah insiden tragis akhir pekan lalu, kami telah meluangkan waktu untuk mendukung penyelidikan serta meninjau berbagai keadaan terkait, dan kami memutuskan untuk menangguhkan kerja sama operasional dengan 21 Air, operator Penerbangan 7598," ujar juru bicara Amazon, Kelly Nantel, dalam pernyataan kepada Reuters.

"Kami akan terus berupaya mendukung penyelidikan dan membantu semua pihak yang terdampak."

Baca Juga: Selat Hormuz Makin Sepi, Lalu Lintas Kapal Turun ke Level Satu Digit

Pekan lalu, sebuah penerbangan kargo Amazon Prime Air melampaui batas landasan pacu dan mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami.

Penerbangan Prime Air 7598 melampaui batas landasan pacu diagonal bandara sesaat sebelum pukul 14.00 EDT (18.00 GMT) dan menabrak sejumlah kendaraan di darat, menurut keterangan pihak berwenang.

Pesawat tersebut merupakan Boeing 767-300 versi kargo berusia 32 tahun yang sebelumnya beroperasi sebagai pesawat penumpang untuk berbagai maskapai penerbangan dari tahun 1994 hingga 2015, menurut Flightradar24, sebuah layanan pelacakan penerbangan.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), yang sedang menyelidiki kecelakaan tersebut, menyatakan pekan lalu bahwa pilot pesawat kargo Amazon Prime Air sempat mempertimbangkan untuk membatalkan pendaratan setelah pesawat menyentuh landasan, berdasarkan bukti dari perekam data penerbangan.

Baca Juga: Pipa Minyak Arab Saudi Ditutup, 4% Pasokan Global Terancam Hilang

NTSB juga mengungkapkan bahwa salah satu pilot sempat memperingatkan bahwa kecepatan terbang mereka "terlalu tinggi" sekitar satu menit sebelum menyentuh landasan pacu yang kemudian mereka lampaui batasnya tersebut. 

"Kami tetap fokus mendukung keluarga dan orang-orang terkasih yang terdampak oleh 'kecelakaan' ini, serta bekerja sama erat dengan NTSB dan seluruh mitra kami, seperti Amazon, seiring berlanjutnya penyelidikan. Kami yakin dengan kebijakan, prosedur, dan pelatihan keselamatan kami," ujar 21 Air dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×