kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Amerika minta data PM Najib Razak


Sabtu, 02 April 2016 / 12:00 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dikky Setiawan

KUALA LUMPUR. Regulator Amerika Serikat (AS) masih rajin membongkar skandal korupsi yang melibatkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak dan perusahaan investasi pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB). 

Kabar terbaru, otoritas AS meminta data transaksi yang menyangkut Najib ataupun 1MDB.

Otoritas AS meminta JPMorgan Chase & Co, Deutsche Bank AG, dan Wells Fargo untuk menyimpan juga menyerahkan catatan transaksi atau transfer dana dari Malaysia yang diduga merupakan dana korupsi di tubuh 1MDB. 

"Tiga bank itu bukan target investigasi otoritas dan tidak terbukti melakukan praktik yang melanggar ketentuan AS," kata sumber Bloomberg, Jumat (1/4).

Sumber tadi menambahkan, Goldman Sachs Group Inc. yang menjadi penjamin emisi obligasi 1MDB senilai US$ 6,5 miliar, saat ini telah bersedia bekerjasama dengan Departemen Kehakiman AS untuk menyerahkan data yang diperlukan untuk mengungkap kasus itu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×