Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Perusahaan media sosial dan internet China, ByteDance, telah menyelesaikan penggalangan dana sebesar US$ 290 juta untuk unit penemuan obat berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah memisahkannya (spin-off) dari grup tersebut, kata dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada hari Rabu.
Anew Labs yang berkantor pusat di Shanghai, yang menggunakan AI untuk penemuan obat, telah mencapai valuasi sebesar US$ 1,5 miliar setelah penggalangan dana eksternal perdananya, kata salah satu sumber kepada Reuters, Rabu (16/9/2026).
Penggalangan dana tersebut dipimpin oleh HSG, yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia China, IDG Capital, dan Hillhouse Investment, kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa 5Y Capital adalah salah satu investor utama.
Baca Juga: China Ingatkan Senjata Antariksa AS Akan Picu Perlombaan Senjata
Investor lainnya termasuk Gaorong Ventures, Primavera Venture Partners, Boyu Capital serta investor strategis SBP Group dan Shanghai Future Industries Fund yang didukung negara, kata sumber tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama karena informasi tersebut tidak bersifat publik.
ByteDance dan investor tidak segera menanggapi permintaan komentar.
ByteDance melakukan spin off untuk unit penemuan obat berbasis AI tersebut guna mendukung pengembangan jangka panjangnya dengan lebih baik, karena penemuan obat AI mengikuti logika industri dan pendekatan manajemen yang berbeda dari operasi inti grup tersebut, kata salah satu sumber.
ByteDance akan mempertahankan kepemilikan sahamnya sebesar 56% setelah penggalangan dana tersebut, kata sumber kedua.













