kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Bayer Raih Dana US$ 3,43 Miliar, Lepas Sebagian Bisnis Kontrasepsi


Jumat, 10 Juli 2026 / 15:26 WIB
Bayer Raih Dana US$ 3,43 Miliar, Lepas Sebagian Bisnis Kontrasepsi
ILUSTRASI. Pabrik Bayer Jerman (Dok/DW.com)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Bayer mengambil langkah baru untuk memperkuat kondisi keuangannya. Perusahaan farmasi dan agribisnis asal Jerman itu akan menghimpun dana sebesar € 3 miliar atau sekitar US$ 3,43 miliar dengan melepas sebagian kepemilikan bisnis kontrasepsi jangka panjang (long-acting reversible contraceptives/LARC) kepada dana yang dikelola Apollo Global Management.

Mengutip Bloomberg (10/7), dalam transaksi tersebut, Apollo hanya akan mengakuisisi saham minoritas tanpa hak pengendalian pada entitas baru yang akan menampung bisnis kontrasepsi Bayer. Bayer tetap menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus mempertahankan kendali penuh atas operasional bisnis tersebut.

Meski melepas sebagian kepemilikan, Bayer menegaskan bisnis kontrasepsi tetap menjadi bagian dari lini inti Bayer Pharmaceuticals. Kinerja unit usaha ini juga akan tetap dikonsolidasikan sepenuhnya dalam laporan keuangan perusahaan.

Baca Juga: Bayer Gugat Johnson & Johnson Soal Obar Kanker Prostat, Apa Akar Masalahnya?

Dana hasil transaksi akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan memperkuat neraca keuangan Bayer. Perusahaan tengah menghadapi jatuh tempo sejumlah obligasi serta membutuhkan likuiditas untuk memenuhi berbagai kewajiban hukum.

Transaksi ini dijadwalkan rampung pada kuartal III 2026 setelah memperoleh persetujuan otoritas antimonopoli dan memenuhi sejumlah persyaratan penutupan transaksi lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bayer untuk menekan beban utang sekaligus mengelola kewajiban yang muncul akibat gugatan hukum di Amerika Serikat terkait herbisida berbahan aktif glifosat, Roundup. Berbagai perkara tersebut telah membebani arus kas dan kondisi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Helios Capital Tambah Investasi di Adani, Bertaruh pada Peluang AI


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×