Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Bayer mengambil langkah baru untuk memperkuat kondisi keuangannya. Perusahaan farmasi dan agribisnis asal Jerman itu akan menghimpun dana sebesar € 3 miliar atau sekitar US$ 3,43 miliar dengan melepas sebagian kepemilikan bisnis kontrasepsi jangka panjang (long-acting reversible contraceptives/LARC) kepada dana yang dikelola Apollo Global Management.
Mengutip Bloomberg (10/7), dalam transaksi tersebut, Apollo hanya akan mengakuisisi saham minoritas tanpa hak pengendalian pada entitas baru yang akan menampung bisnis kontrasepsi Bayer. Bayer tetap menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus mempertahankan kendali penuh atas operasional bisnis tersebut.
Meski melepas sebagian kepemilikan, Bayer menegaskan bisnis kontrasepsi tetap menjadi bagian dari lini inti Bayer Pharmaceuticals. Kinerja unit usaha ini juga akan tetap dikonsolidasikan sepenuhnya dalam laporan keuangan perusahaan.
Baca Juga: Bayer Gugat Johnson & Johnson Soal Obar Kanker Prostat, Apa Akar Masalahnya?
Dana hasil transaksi akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan memperkuat neraca keuangan Bayer. Perusahaan tengah menghadapi jatuh tempo sejumlah obligasi serta membutuhkan likuiditas untuk memenuhi berbagai kewajiban hukum.
Transaksi ini dijadwalkan rampung pada kuartal III 2026 setelah memperoleh persetujuan otoritas antimonopoli dan memenuhi sejumlah persyaratan penutupan transaksi lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Bayer untuk menekan beban utang sekaligus mengelola kewajiban yang muncul akibat gugatan hukum di Amerika Serikat terkait herbisida berbahan aktif glifosat, Roundup. Berbagai perkara tersebut telah membebani arus kas dan kondisi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Helios Capital Tambah Investasi di Adani, Bertaruh pada Peluang AI














