Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Adani Energy Solutions Limited (AESL) kembali mengamankan pembiayaan jangka panjang dari Jepang untuk memperkuat proyek transmisi energi terbarukan di India. Kali ini, konsorsium bank-bank Jepang yang dipimpin MUFG Bank Ltd. dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mendanai proyek jaringan listrik hijau yang menghubungkan Rajasthan dan Uttar Pradesh.
Meski nilai pembiayaan tidak diungkapkan, pendanaan ini menunjukkan berlanjutnya kepercayaan lembaga keuangan Jepang terhadap grup Adani, di tengah sorotan global terhadap tata kelola dan struktur pendanaan konglomerasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Reuters (9/2) melaporkan, pembiayaan ini diperoleh melalui kerangka sustainable debt framework AESL, sehingga para kreditur dapat mengklasifikasikannya sebagai Green Loan. Dari sisi penasihat hukum, Latham & Watkins serta Saraf & Partners mendampingi AESL, sementara Linklaters dan Cyril Amarchand Mangaldas bertindak sebagai penasihat bagi pihak pemberi pinjaman.
Proyek ini akan dibangun sebagai jaringan high-voltage direct current (HVDC) berkapasitas besar ±800 kV dengan daya angkut hingga 6.000 MW. Koridor listrik sepanjang 950 kilometer tersebut akan menghubungkan Bhadla di Rajasthan salah satu pusat energi surya terbesar India dengan Fatehpur di Uttar Pradesh.
Teknologi HVDC canggih akan disuplai oleh Hitachi Energy, bekerja sama dengan Bharat Heavy Electricals Limited (BHEL). Kolaborasi ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam teknologi transmisi listrik kritis, serta ambisi India untuk memperkuat basis manufaktur domestik melalui program Make in India.
Baca Juga: Grup Adani akan Menggalang Dana US$ 10,06 miliar untuk Belanja Modal
AESL menargetkan proyek ini beroperasi pada 2029. Jika terealisasi sesuai rencana, jalur ini akan menjadi salah satu tulang punggung transmisi hijau India, memungkinkan integrasi energi terbarukan dalam skala besar sekaligus memperkuat stabilitas jaringan listrik di wilayah perkotaan dan industri yang padat konsumsi energi.
CEO Adani Energy Solutions Kandarp Patel mengatakan, dukungan berkelanjutan dari mitra Jepang mencerminkan kedalaman hubungan strategis India–Jepang. Namun, dari sudut pandang pasar, konsistensi pendanaan lintas negara ini juga menjadi indikator penting bagi persepsi risiko investor terhadap grup Adani.
Sejalan dengan pendanaan tersebut, Japan Credit Rating (JCR) Agency baru-baru ini memulai pemeringkatan terhadap tiga entitas Adani, yakni Adani Ports and Special Economic Zone, Adani Green Energy, dan Adani Energy Solutions. Adani Ports memperoleh peringkat A-, lebih tinggi dari peringkat kredit negara India. Sementara Adani Green dan Adani Energy Solutions masing-masing mengantongi peringkat BBB+, setara dengan peringkat sovereign India.
AESL menilai peringkat BBB+ (Stable) dari JCR memperkuat akses grup ke sumber pendanaan jangka panjang global, khususnya dari Jepang yang dikenal memiliki basis modal besar dan berjangka panjang.
Sebelumnya, The Economic Times melaporkan bahwa total eksposur Adani terhadap kreditur dan investor Jepang mencapai sekitar US$ 3 miliar, bagian dari total pinjaman luar negeri grup yang berada di bawah US$ 15 miliar. Pinjaman tersebut tersebar di sejumlah entitas utama, termasuk Adani Ports, Adani Green, Adani Energy Solutions, dan Adani Enterprises.
Pendanaan terbaru ini menegaskan bahwa, meski masih berada dalam sorotan pasar global, grup Adani tetap menjadi pemain kunci dalam agenda transisi energi India dengan Jepang sebagai salah satu mitra finansial dan teknologi terpentingnya.
Baca Juga: India Mulai Jauhi Minyak Rusia Demi Muluskan Pakta Dagang dengan AS













