kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Anomali AI Grok: Setelah Indonesia, Kini Malaysia Ikut Melarang


Selasa, 13 Januari 2026 / 05:53 WIB
Anomali AI Grok: Setelah Indonesia, Kini Malaysia Ikut Melarang
ILUSTRASI. Setelah Indonesia, kini Malaysia resmi blokir Grok. Kecaman global meningkat terkait kemampuan AI ini membuat gambar seksual tanpa persetujuan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Malaysia memblokir akses ke Grok, model kecerdasan buatan milik Elon Musk, di tengah gelombang kecaman global terkait kemampuan chatbot tersebut menghasilkan gambar seksual seseorang tanpa persetujuan.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah serupa dengan alasan yang sama.

Al Jazeera melaporkan, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyatakan pada Minggu bahwa mereka memberlakukan pemblokiran sementara terhadap Grok. Langkah ini diambil setelah MCMC memerintahkan pengembang Grok, xAI, serta platform media sosial X untuk menerapkan pengamanan guna memastikan kepatuhan terhadap hukum.

Dalam pernyataannya, MCMC menyebut bahwa sebagai respons atas surat peringatan regulator yang dikeluarkan pekan lalu, X justru lebih menitikberatkan pada mekanisme pelaporan oleh pengguna. Namun, platform tersebut dinilai gagal mengatasi risiko mendasar yang muncul dari desain dan cara kerja alat AI tersebut.

“MCMC menilai langkah ini tidak cukup untuk mencegah potensi bahaya maupun memastikan kepatuhan terhadap hukum,” kata lembaga tersebut.

Pengumuman dari otoritas Malaysia ini muncul sehari setelah Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi melarang penggunaan chatbot tersebut. Grok sendiri tersedia baik sebagai platform terpisah maupun fitur bawaan di X.

Baca Juga: Iran Siap Menyerang Jika AS Intervensi, Protes Masih Bergolak di Tehran

Dalam beberapa hari terakhir, Grok menuai kontroversi karena alat pembuat gambarnya digunakan untuk menampilkan orang nyata dalam pakaian minim dan pose seksual tanpa persetujuan mereka.

Penyebaran deepfake bernuansa seksual tersebut,  sebagian bahkan melibatkan anak di bawah umur, memicu kecaman luas serta desakan tindakan tegas dari para pejabat di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, dan Australia.

Menanggapi permintaan komentar dari Al Jazeera, xAI awalnya memberikan balasan otomatis yang berbunyi, “Media lama berbohong.”

Seorang juru bicara kemudian mengarahkan Al Jazeera ke pernyataan sebelumnya dari X, yang menegaskan bahwa platform tersebut mengambil tindakan terhadap konten ilegal, termasuk materi pelecehan seksual terhadap anak.

“Siapa pun yang menggunakan atau memicu Grok untuk membuat konten ilegal akan menerima konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal,” bunyi pernyataan tersebut.

Tonton: Kemkomdigi Blokir Grok AI, Kenapa Platform X Harus Bertanggung Jawab?

Pekan lalu, Grok mulai membatasi penggunaan fitur pembuatan gambar di X hanya untuk pelanggan berbayar, yang diduga sebagai upaya meredam kontroversi.

Namun, para pejabat dan aktivis di Eropa menanggapi langkah itu secara negatif. Mereka menilai pembatasan tersebut tidak menyentuh akar persoalan utama, yakni kemudahan pembuatan gambar seksual tanpa persetujuan.

Selanjutnya: Anomali Cuaca Jabar: Bogor, Sukabumi Diprediksi Berubah Drastis

Menarik Dibaca: 7 Fitur Rahasia WhatsApp yang Lindungi Akun dari Pembajakan GhostPairing




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×