kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Antisipasi inflasi, Inggris mungkin pertahankan bunga acuan di 0,5%


Minggu, 16 Januari 2011 / 16:30 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

LONDON. Ernst & Young LLP’s Item Club memperkirakan Bank of England (BoE) akan menahan tingkat bunga acuannya hingga pemulihan ekonomi menunjukkan tanda teratasinya dampak penurunan anggaran pemerintah.

Lembaga penelitian itu menyebutkan, jika inflasi mencapai 4% di musim semi ini, Komite Kebijakan Moneter (MPC) akan di bawah tekanan kuat. BoE harus mempertahankan suku bunga saat ini hingga jelas perekonomian sudah melakukan penyesuaian fiskal.

Pekan lalu, bank sentral mempertahankan stimulus darurat karena ancaman pemotongan pengeluaran terhadap risiko harga minyak yang lebih tinggi, dan pajak penjualan, bakal mengerek inflasi di atas batas pemerintah di 3%. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga acuan pada 0,5% di pekan lalu.

Penasihat ekonomi Item Club sekaligus mantan pejabat Departemen Keuangan, Peter Spencer mengatakan, penghematan fiskal akan meredam produk domestik bruto. Sementara kenaikan harga komoditas dan PPN akan mendorong inflasi mendekati 4%. "Dan memaksa MPC apakah harus menaikkan tingkat bunga dasar, ujar Peter.

Item Club merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini naik dari 2,2% menjadi 2,3%.

Sementara, ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, pertumbuhan harga konsumen mungkin dipercepat ke level tertinggi dalam tujuh bulan yaitu 3,4%. Badan statistik Inggris akan menerbitkan data inflasi Desember, pada 18 Januari.




TERBARU

[X]
×