kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Apakah Warren Buffett berinvestasi di emas? Ini jawabannya...


Jumat, 15 November 2019 / 13:25 WIB
Apakah Warren Buffett berinvestasi di emas? Ini jawabannya...
ILUSTRASI. Warren Buffett yang juga dijuluki sebagai The Oracle of Omaha. REUTERS/Scott Morgan/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Satu, investasi berdenominasi mata uang

Investasi ini termasuk hal-hal seperti simpanan rekening tabungan, dana pasar uang, obligasi, dan jenis investasi serupa lainnya. Ini adalah aset yang umumnya dianggap sebagai "aman" oleh investor.

Baca Juga: Warren Buffett: Kesuksesan diukur dari seberapa banyak orang mencintai Anda

Warren Buffett
Warren Buffett

Dua, aset tidak produktif

Ini adalah kategori yang termasuk dalam kategori emas. Pada dasarnya, tesis investasi di balik aset tidak produktif adalah bahwa orang lain akan bersedia membayar lebih untuk aset di masa depan daripada yang Anda bayar hari ini. Logam mulia lainnya seperti perak dan platinum juga merupakan contoh dari aset tidak produktif, seperti juga koleksi dan cryptocurrency.

Baca Juga: 9 aturan yang bikin Warren Buffett cetak return hingga jutaan persen (3-habis)

Tiga, aset produktif

Aset produktif tidak hanya dapat meningkat nilainya seiring berjalannya waktu, tetapi juga dapat menghasilkan aset bernilai lainnya di sepanjang jalan. Misalnya, jika Anda memiliki saham, itu dapat menghasilkan pendapatan dividen untuk Anda, dan saham itu sendiri dapat meningkat nilainya seiring waktu. Selain stok, contoh aset produktif adalah bisnis dan penyewaan real estat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×