kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Aplikasi Bumble Perkirakan Pendapatan Tahun Ini Bisa Mencapai US$ 955 Juta


Rabu, 09 Maret 2022 / 11:03 WIB
Aplikasi Bumble Perkirakan Pendapatan Tahun Ini Bisa Mencapai US$ 955 Juta
ILUSTRASI. Logo The Bumble . REUTERS/Dado Ruvic/Illustration REFILE - CORRECTING BRAND NAME


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - AUSTIN. Aplikasi kencan Bumble Inc memperkirakan pertumbuhan yang kuat di aplikasi Bumble pada tahun 2022, setelah memperoleh laba 13 sen per saham untuk kuartal yang berakhir 31 Desember.

Bumble memperkirakan pendapatan tahun 2022 penuh antara US$ 934 juta dan US$ 944 juta. Perusahaan akan semakin fokus pada ekspansi di pasar internasional.

"Kami berharap Bumble App memiliki tahun yang kuat lagi pada tahun 2022 dan meningkatkan pendapatan dari 34% menjadi 36% dari tahun ke tahun, didorong oleh ekspansi internasional yang berkelanjutan dan inovasi produk," kata Chief Financial Officer Anu Subramanian dikutip dari Reuters, Rabu (9/3).

Sekadar informasi, krisis Covid-19 telah mendorong penggunaan aplikasi kencan karena orang-orang yang dikurung di rumah menggunakan platform virtual untuk bertemu orang baru. Bahkan, dengan pembukaan kembali ekonomi, lonjakan pengguna yang disebabkan oleh pandemi belum turun.

Baca Juga: 7 Dating App Terbaik 2022, Jomblo Wajib Coba Aplikasi Pencari Jodoh Ini

Perusahaan, yang terdiri dari aplikasi Bumble dan Badoo, baru-baru ini juga membeli Fruitz Prancis dalam akuisisi pertamanya dalam upaya untuk memperkuat pijakannya di Eropa, di mana ia mengejar ketinggalan dengan pemilik Tinder, Match Group

Menyusul invasi Rusia ke Ukraina, perusahaan juga akan menghentikan operasi di Rusia, bergabung dengan semakin banyak perusahaan yang keluar dari negara itu. Bumble juga menghapus semua aplikasinya dari Apple App Store dan Google Play Store di Rusia dan Belarusia.

Perusahaan yang berbasis di Austin, Texas itu mengatakan pendapatan gabungan dari Rusia, Ukraina, dan Belarusia adalah sekitar 2,8% dari total pendapatan tahunan pada tahun 2021. Perusahaan memperkirakan akan kehilangan sekitar US$ 20 juta pendapatan dari wilayah tersebut tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×