Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia hanya bersifat sementara dan sangat terbatas.
Ia juga menekankan bahwa negara-negara G7 tetap berkomitmen mempertahankan sanksi terhadap Rusia.
Pernyataan itu disampaikan Macron dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Paris, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Kremlin Sebut Penurunan Impor Minyak Rusia oleh India Bersifat Sementara
Macron mengatakan Washington memang memberikan pengecualian terbatas terhadap sanksi minyak Rusia. Namun langkah tersebut tidak mengubah sikap bersama negara-negara G7 yang tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Moskow.
“Memang benar Amerika Serikat memberikan pengecualian terbatas,” kata Macron.
Menurut dia, posisi bersama G7 tetap jelas, yakni mempertahankan sanksi terhadap Rusia. Negara-negara Eropa, termasuk Prancis, juga tetap berada pada garis kebijakan yang sama.
Macron menegaskan bahwa situasi konflik di Timur Tengah saat ini tidak bisa dijadikan alasan untuk mencabut sanksi terhadap minyak Rusia.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Terhadap Rusia, Ini Alasannya
Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin sementara selama 30 hari bagi sejumlah negara untuk membeli minyak dan produk minyak Rusia yang sedang berada di laut meski terkena sanksi.
Kebijakan tersebut memicu kritik dari Jerman dan sejumlah sekutu Eropa lainnya. Namun di sisi lain, langkah itu mendapat sambutan positif dari Rusia.













