kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Macron Sebut Pelonggaran Sanksi Minyak Rusia oleh AS Hanya Sementara


Jumat, 13 Maret 2026 / 20:21 WIB
Macron Sebut Pelonggaran Sanksi Minyak Rusia oleh AS Hanya Sementara
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron (Reuters/Stephane Mahe)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia hanya bersifat sementara dan sangat terbatas. 

Ia juga menekankan bahwa negara-negara G7 tetap berkomitmen mempertahankan sanksi terhadap Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Macron dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Paris, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Kremlin Sebut Penurunan Impor Minyak Rusia oleh India Bersifat Sementara

Macron mengatakan Washington memang memberikan pengecualian terbatas terhadap sanksi minyak Rusia. Namun langkah tersebut tidak mengubah sikap bersama negara-negara G7 yang tetap mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Moskow.

“Memang benar Amerika Serikat memberikan pengecualian terbatas,” kata Macron.

Menurut dia, posisi bersama G7 tetap jelas, yakni mempertahankan sanksi terhadap Rusia. Negara-negara Eropa, termasuk Prancis, juga tetap berada pada garis kebijakan yang sama.

Macron menegaskan bahwa situasi konflik di Timur Tengah saat ini tidak bisa dijadikan alasan untuk mencabut sanksi terhadap minyak Rusia.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Terhadap Rusia, Ini Alasannya

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan izin sementara selama 30 hari bagi sejumlah negara untuk membeli minyak dan produk minyak Rusia yang sedang berada di laut meski terkena sanksi.

Kebijakan tersebut memicu kritik dari Jerman dan sejumlah sekutu Eropa lainnya. Namun di sisi lain, langkah itu mendapat sambutan positif dari Rusia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×