kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Trump Menekan Anggota NATO untuk Hentikan Pembelian Minyak Rusia


Sabtu, 13 September 2025 / 19:14 WIB
Diperbarui Sabtu, 13 September 2025 / 19:16 WIB
Trump Menekan Anggota NATO untuk Hentikan Pembelian Minyak Rusia
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan surat kepada negara-negara NATO yang mendesak mereka untuk berhenti membeli minyak Rusia dan menjatuhkan sanksi besar terhadap Rusia untuk mengakhiri perangnya pada Sabtu (13/9/2025). REUTERS/Annabelle Gordon


Sumber: Kompas.com | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan surat kepada negara-negara NATO yang mendesak mereka untuk berhenti membeli minyak Rusia dan menjatuhkan sanksi besar terhadap Rusia untuk mengakhiri perangnya pada Sabtu (13/9/2025).

"Saya siap untuk melakukan sanksi besar terhadap Rusia ketika semua negara NATO negara-negara NATO telah setuju, dan mulai, untuk melakukan hal yang sama, dan ketika semua negara NATO berhenti membeli minyak dari Rusia," katanya sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (13/9/2025).

Baca Juga: AS Desak G7 dan Uni Eropa Kenakan Tarif Bagi China dan India karena Beli Minyak Rusia

Dia mengusulkan agar NATO, sebagai sebuah kelompok, menerapkan tarif 50%-100%. Hal ini menyusul ancaman sanksi Trump sebelumnya terhadap Moskow dan sanksi sekunder pada negara-negara yang membeli minyaknya, seperti pembeli utama Cina dan India.

Jika tidak ada kemajuan yang dibuat untuk mengakhiri, Presiden telah memberlakukan tarif tambahan 25% untuk barang-barang India, dengan alasan impor minyak Rusia yang terus berlanjut. Namun sejauh ini belum mengambil tindakan serupa terhadap Cina.


Tag


TERBARU

[X]
×