Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dikabarkan memperoleh akses ke chip kecerdasan buatan (AI) terbaru dari Nvidia, untuk membangun kekuatan komputasi di luar China, demikian laporan Wall Street Journal pada Kamis (12/3/2026).
ByteDance bekerja sama dengan perusahaan Asia Tenggara, Aolani Cloud, untuk menempatkan sekitar 500 sistem komputasi Nvidia Blackwell di Malaysia, yang totalnya mencapai sekitar 36.000 chip B200, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, dikutip WSJ.
Sumber itu menyebutkan, Aolani membeli server ini dari Aivres, perusahaan yang merakit server berbasis chip Nvidia.
Baca Juga: ByteDance Kembangkan Chip AI Sendiri, Jajaki Kerja Sama Produksi dengan Samsung
Jika rencana ini terealisasi, nilai perangkat kerasnya bisa lebih dari US$ 2,5 miliar. Seorang juru bicara Aolani menyatakan, saat ini perusahaan baru mengoperasikan perangkat keras senilai sekitar US$ 100 juta.
Rencana ini ditujukan untuk mendukung penelitian dan pengembangan AI ByteDance di luar China, serta memenuhi permintaan global yang terus meningkat dari pelanggannya.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan ini secara independen. Nvidia, ByteDance, dan Aolani Cloud belum memberikan komentar resmi saat dihubungi Reuters.
Baca Juga: Trump Larang Penjualan Chip AI Canggih Nvidia Blackwell ke Negara Lain
Sebelumnya bulan lalu, Reuters melaporkan bahwa pemerintah AS bersedia membolehkan ByteDance membeli chip Nvidia H200, namun Nvidia belum menyetujui kondisi penggunaan yang diajukan, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini.













