Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
BEIJING/SINGAPURA. Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dilaporkan tengah mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) miliknya sendiri dan menjajaki pembicaraan dengan Samsung Electronics untuk memproduksi chip tersebut.
Langkah ini dilakukan di tengah upaya perusahaan teknologi global mengamankan pasokan prosesor canggih yang kian langka akibat lonjakan kebutuhan infrastruktur AI.
Dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, ByteDance menargetkan menerima sampel chip pada akhir Maret.
Perusahaan juga berencana memproduksi setidaknya 100.000 unit chip pada tahun ini, yang dirancang khusus untuk tugas AI inference atau pemrosesan inferensi model AI. Salah satu sumber menambahkan, produksi akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 350.000 unit.
Pembicaraan dengan Samsung tidak hanya mencakup manufaktur, tetapi juga akses ke pasokan chip memori yang saat ini sangat terbatas akibat meningkatnya permintaan global untuk pengembangan AI. Hal ini menjadikan potensi kerja sama tersebut semakin strategis bagi ByteDance.
Baca Juga: ByteDance Lepas Kendali TikTok AS, Mayoritas Kini Milik Investor Amerika
Namun, juru bicara ByteDance menyatakan informasi terkait proyek chip internal tersebut tidak akurat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Sementara itu, Samsung menolak memberikan komentar.
Ambisi Lama ByteDance di Bidang Semikonduktor
Upaya ByteDance mengembangkan chip bukanlah hal baru. Perusahaan telah merekrut talenta di bidang semikonduktor sejak setidaknya 2022.
Pada Juni 2024, Reuters juga melaporkan bahwa ByteDance bekerja sama dengan perancang chip asal AS, Broadcom, untuk mengembangkan prosesor AI canggih, dengan rencana produksi dialihdayakan ke TSMC Taiwan.
Langkah ini sejalan dengan tren raksasa teknologi global seperti Google (Alphabet), Amazon, dan Microsoft yang mengembangkan chip AI mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia, pemasok utama chip AI dunia.
Bagi perusahaan teknologi China, pembatasan ekspor chip canggih oleh Amerika Serikat ke China turut mendorong urgensi pengembangan chip AI secara mandiri.
Tertinggal dari Alibaba dan Baidu
Meski ByteDance belum meluncurkan chipnya sendiri, para pesaing domestik telah melangkah lebih jauh. Alibaba baru-baru ini memperkenalkan chip Zhenwu untuk beban kerja AI skala besar. Sementara Baidu telah menjual chip ke klien eksternal dan berencana melantai di bursa melalui unit chip-nya, Kunlunxin.
Proyek chip ByteDance yang diberi nama sandi SeedChip menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam memperkuat investasi di bidang AI, mulai dari pengembangan chip, model bahasa besar (LLM), hingga penerapan AI di lini bisnis video pendek, e-commerce, dan layanan cloud perusahaan.
Baca Juga: TikTok Selamat dari Ancaman Ban, ByteDance Setuju Bentuk Joint Venture AS
ByteDance mendirikan unit bernama Seed pada 2023 untuk mengembangkan model AI dan memperluas aplikasinya.
Investasi Jumbo untuk AI
Salah satu sumber menyebutkan, ByteDance berencana menggelontorkan lebih dari 160 miliar yuan (sekitar US$22 miliar) untuk belanja terkait AI tahun ini. Lebih dari separuh anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembelian chip Nvidia, termasuk model H200, serta pengembangan chip internal.
Eksekutif ByteDance, Zhao Qi, dalam pertemuan internal Januari lalu, menyampaikan bahwa investasi AI perusahaan akan memberikan manfaat bagi seluruh divisi bisnis.
Zhao yang memimpin pengembangan chatbot Doubao dan versi internasionalnya, Dola, mengakui bahwa model AI ByteDance masih tertinggal dibanding pemimpin global seperti OpenAI. Meski demikian, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pengembangan AI sepanjang tahun ini.
Langkah ByteDance ini menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi China semakin agresif membangun kemandirian di sektor semikonduktor dan AI, di tengah persaingan global yang semakin ketat serta tekanan geopolitik yang memengaruhi rantai pasok teknologi canggih.













