kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

TikTok Selamat dari Ancaman Ban, ByteDance Setuju Bentuk Joint Venture AS


Jumat, 23 Januari 2026 / 09:10 WIB
TikTok Selamat dari Ancaman Ban, ByteDance Setuju Bentuk Joint Venture AS
ILUSTRASI. Tiktok (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - TikTok akhirnya mencapai kesepakatan untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) baru di Amerika Serikat (AS) guna menghindari ancaman pelarangan operasional aplikasi berbagi video tersebut di Negeri Paman Sam.

Pemilik TikTok asal China, ByteDance, pada Kamis (22/1/2026) memfinalisasi kesepakatan pembentukan entitas baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC, yang akan dimiliki mayoritas oleh investor AS.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis Jumat (23/1), Jelang Keputusan Suku Bunga Bank of Japan

Langkah ini menjadi tonggak penting setelah TikTok bertahun-tahun menghadapi tekanan politik dan isu keamanan nasional di AS.

Dalam kesepakatan tersebut, investor Amerika dan global akan menguasai 80,1% saham perusahaan patungan, sementara ByteDance hanya mempertahankan 19,9% kepemilikan.

Sejumlah investor besar terlibat dalam skema ini, termasuk raksasa komputasi awan Oracle, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, serta investor asal Abu Dhabi, MGX.

TikTok menyatakan bahwa perusahaan patungan ini akan bertanggung jawab mengamankan data pengguna AS, aplikasi, serta algoritma TikTok melalui penerapan standar perlindungan data dan keamanan siber yang ketat.

Model ini diharapkan mampu menjawab kekhawatiran pemerintah AS terkait potensi akses China terhadap data pengguna Amerika.

Baca Juga: Emas, Perak, dan Platinum Lanjutkan Reli pada Jumat (23/1), Cetak Rekor Baru

Kesepakatan ini menandai babak baru bagi TikTok, yang digunakan oleh lebih dari 200 juta pengguna di AS.

Sejak Agustus 2020, TikTok telah berulang kali menghadapi ancaman pemblokiran, pertama kali dilontarkan oleh Presiden Donald Trump dengan alasan risiko keamanan nasional.

Dengan terbentuknya perusahaan patungan mayoritas milik AS ini, TikTok berharap dapat mempertahankan eksistensinya di pasar Amerika sekaligus meredam ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi operasional perusahaan.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×