Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Impor minyak mentah Rusia ke India diperkirakan turun tajam pada Januari 2026, menyusul pernyataan Reliance Industries yang menyebut tidak mengharapkan pengiriman minyak Rusia sepanjang bulan ini.
Reliance, operator kompleks kilang terbesar di dunia di Jamnagar sekaligus pembeli terbesar minyak Rusia di India tahun lalu, menyatakan kilangnya tidak menerima kargo minyak Rusia dalam sekitar tiga minggu terakhir dan tidak memperkirakan adanya pengiriman pada Januari.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun X perusahaan pada Selasa (6/1/2026).
Reliance juga membantah laporan media pekan lalu yang menyebut tiga kapal bermuatan minyak Rusia sedang menuju kilang Jamnagar.
Baca Juga: Impor Minyak sawit India Turun pada September 2025, Gapki Beberkan Sebabnya
Langkah Reliance ini berpotensi menekan impor minyak Rusia India ke level terendah dalam beberapa tahun. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan kemungkinan kenaikan tarif impor terhadap India akibat pembelian minyak Rusia.
India menjadi pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang dijual dengan diskon setelah perang Ukraina pecah pada 2022.
Namun, pembelian itu memicu kritik negara-negara Barat yang menjatuhkan sanksi pada sektor energi Rusia dengan alasan pendapatan minyak membantu membiayai perang Moskow.
Tahun lalu, AS menggandakan tarif impor barang India menjadi 50% sebagai sanksi atas besarnya pembelian minyak Rusia. Saat ini, kedua negara tengah bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan dagang, meski pembicaraan kerap berjalan alot.
Baca Juga: India Kejar Kesepakatan Dagang dengan AS, Kumpulkan Data Mingguan Impor Minyak Rusia
Sumber-sumber yang mengetahui kebijakan tersebut mengatakan pemerintah India kini meminta kilang-kilang minyak melaporkan pembelian minyak Rusia dan AS secara mingguan.
Impor minyak Rusia diperkirakan turun di bawah 1 juta barel per hari seiring upaya New Delhi merampungkan kesepakatan dagang dengan Washington.
Sanksi yang semakin ketat dari AS dan Uni Eropa juga memperlambat arus minyak Rusia ke India. Pada Desember lalu, impor tercatat turun ke level terendah dalam tiga tahun, sekitar 1,2 juta barel per hari, atau merosot sekitar 40% dari puncak Juni yang mencapai sekitar 2 juta barel per hari, menurut sumber dan data Kpler.
Baca Juga: Kremlin Sebut Penurunan Impor Minyak Rusia oleh India Bersifat Sementara
Dengan berhentinya pembelian oleh Reliance, pengiriman minyak Rusia ke India pada Januari diperkirakan hanya akan ditujukan ke Nayara Energy yang didukung Rusia serta kilang milik negara, yakni Indian Oil Corp (IOC) dan Bharat Petroleum Corp (BPCL), berdasarkan data awal LSEG.
IOC, BPCL, dan Nayara belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Nayara Energy, yang mengoperasikan kilang berkapasitas 400.000 barel per hari, diperkirakan menjadi pembeli utama minyak Rusia di India karena pasokannya dari pemasok lain terbatas akibat sanksi Uni Eropa.












