kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

April 2022 Jadi Bulan Terburuk Bitcoin, Ini Proyeksi Harga ke Depan


Senin, 02 Mei 2022 / 15:15 WIB
April 2022 Jadi Bulan Terburuk Bitcoin, Ini Proyeksi Harga ke Depan
ILUSTRASI. Bitcoin mengakhiri April dengan harga anjlok 17%, bulan terburuk sepanjang 2022.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Bitcoin mengakhiri April dengan harga anjlok 17%, bulan terburuk sepanjang 2022. Sementara di awal Mei, harga Bitcoin masih berada di bawah US$ 40.000.

Mengacu data CoinMarketCap pada Senin (2/5) pukul 15.00 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 38.885 atau naik 2,39% dalam 24 jam terakhir dan 1,04% selama satu pekan. 

Investor Bitcoin ada di tengah ketidakpastian makroekonomi yang sedang berlangsung dan kenaikan suku bunga AS yang kemungkinan akan terjadi minggu ini.

"Saat ini, tidak ada katalis bullish utama di cakrawala dan Bitcoin kemungkinan akan bergerak dalam kisaran saat ini atau turun lebih rendah," kata Joe DiPasquale, CEO BitBull Capital, kepada CoinDesk. 

"Katalis bullish yang minim masih terlihat dan bursa saham AS telah menunjukkan penurunan serta indeks dollar AS naik. Semua faktor ini terus membebani Bitcoin," ujarnya.

Baca Juga: Menilik Prospek Investasi Kripto, Apa yang Menarik?

DiPasquale mencatat, keputusan bank sentral AS, The Fed, untuk mencoba menjinakkan inflasi melalui kenaikan suku bunga yang lebih hawkish "bisa mengakibatkan volatilitas harga" Bitcoin. 

Penurunan harga mata uang kripto dalam beberapa hari terakhir sebagian besar sesuai dengan indeks saham utama AS, karena investor menjauh dari aset berisiko. 

Nasdaq yang padat saham sektor teknologi jatuh 4% pada Jumat (29/4) pekan lalu. Sementara S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun 3,6% dan 2,7%. 

Dengan harga Bitcoin gagal mempertahankan level US$ 42.000, "kami terus melihat level US$ 38.000 sebagai support, tetapi pengujian lanjutan dari kisaran ini bisa mengakibatkan penembusan menuju US$ 35.000-32.000," ungkap DiPasquale.

"Bulls akan ingin melihat penghentian pendarahan dan pembeli serius masuk sebelum mereka yakin akan pembalikan tren," imbuh dia.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×