kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Arab Saudi mengerek PPN menjadi 15% demi menyelamatkan keuangan Kerajaan


Senin, 11 Mei 2020 / 22:29 WIB
Arab Saudi mengerek PPN menjadi 15% demi menyelamatkan keuangan Kerajaan
ILUSTRASI. Petugas money changer mengenakan sarung tangan dan masker saat menghitung uang riyal di Riyadh, Arab Saudi, 10 Maret 2020. REUTERS/Ahmed Yosri/File Photo


Reporter: Barly Haliem | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arab Saudi mengumumkan akan menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan menangguhkan pemberian biaya hidup bagi warganya.

Dua kebijakan penting itu sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengatasi dampak ekonomi dari krisis virus corona (Covid-19) terhadap keuangan Kerajaan Arab Saudi.

Baca Juga: Pemerintah tunggu kepastian haji dari Arab Saudi hingga 20 Mei

"Langkah-langkah tersebut termasuk menaikkan PPN dari 5% menjadi 15% pada Juli mendatang," kata Mohammed al-Jadaan, Menteri Keuangan Arab Saudi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip oleh kantor berita Anadolu, Senin (11/5).

Menteri Keuangan Arab Saudi juga menambahkan bahwa langkah-langkah itu penting untuk melindungi ekonomi kerajaan selama pandemi Covid-19.

Al-Jadaan menjelaskan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan minyak secara drastis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Arab Saudi tertinggi, kasus virus corona di kawasan Teluk lampaui 100.000

Menurut dia, langkah-langkah penghematan dan pemotongan biaya lainnya akan menyelamatkan keuangan kerajaan hingga Saudi Arab Riyal (SAR) 100 miliar  atau sekitar US$ 26,66 miliar. "Sepanjang sejarah modern, ini adalah krisis terburuk," kata dia lagi.

Selama kuartal pertama 2020, defisit anggaran Arab Saudi mencapai SAR 34,1 miliar atau setara US$ 9,1 miliar. Selain itu, utang kerajaan naik 6,7% menjadi SAR 733,5 miliar  atau setara dengan US$ 192,9 miliar.




TERBARU

[X]
×