Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.591
  • SUN95,67 0,14%
  • EMAS659.000 0,30%

Arab Saudi tolak klaim CIA tentang pembunuhan Jamal Kashoggi

Rabu, 21 November 2018 / 08:01 WIB

Arab Saudi tolak klaim CIA tentang pembunuhan Jamal Kashoggi
ILUSTRASI. Jurnalis Jamal Khashoggi tiba di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

KONTAN.CO.ID - DW. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan Selasa (20/11) bahwa setiap tuduhan Putra Mahkota Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi "tidak ada dasar dalam kebenaran."

Menanggapi laporan dinas intelijen Amerika Serikat CIA, Jubeir mengatakan kepada harian pemerintah Al Sharq Al Awsat, pihak kerajaan "secara kategoris" menolak tuduhan seperti itu karena mereka tidak didukung oleh "bukti-bukti konklusif."

"Kepemimpinan kerajaan Arab Saudi, diwakili oleh raja dan putra mahkota, adalah garis merah, dan kami tidak akan mengizinkan upaya untuk mencederai atau melemahkan mereka," tandasnya.

Dalam laporan CIA yang dikutip media akhir pekan lalu, disebutkan bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi datang langsung dari putra mahkota Mohammed bin Salman. CIA akan melaporkan temuannya kepada Presiden AS Donald Trump hari Selasa ini.

Mitra erat AS

Donald Trump sejauh menyatakan bahwa dia percaya pada Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Sekalipun demikian, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap 17 warga Saudi yang dinyatakan terlibat dalam plot pembunuhan Kashoggi, termasuk di antaranya dua pembantu dekat Muhammad bin Salman.

Jamal Khashoggi - kontributor Washington Post yang sering menulis kolom kritis tentang kepemimpinan Arab Saudi – dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Arab Saudi selama ini menawarkan beberapa versi yang kontradiktif tentang kematian Kashoggi. Awalnya para pejabat Arab Saudi menyatakan Kashoggi telah meninggalkan konsulat hidup-hidup. Namun kemudian mereka mengakui bahwa Kashoggi tewas "dalam perkelahian" ketika sedang diinterogasi, Versi terakhir, pemerintah Arab Saudi mengatakan Kashoggi dibunuh oleh sebuah tim yang punya "misi jahat".

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang pertama kali mengklaim bahwa perintah untuk pembunuhan itu berasal dari "tingkat tertinggi" pemerintahan Saudi. Dinas intelijen Turki memiliki bukti-bukti rekaman audio dari kejadian di dalam konsulat di Istanbul.

Perancis dan Jerman perluas sanksi

Jerman hari Senin (19/11) mengumumkan pemberlakuan larangan masuk terhadap 18 warga Saudi yang terkait dengan pembunuhan Jamal Kashoggi. Beberapa jam kemudian Perancis mengikuti langkah itu. Perancis juga mengatakan akan menjatuhkan sanksi selanjutnya terhadap kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi adalah salah satu pelanggan terpenting industri pertahanan Perancis dan Amerika Serikat. Tahun lalu, kerajaan itu membeli senjata senilai lebih 1,5 miliar dolar AS.

Jaksa penuntut umum Saudi pekan lalu menyatakan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak terlibat pembunuhan Kashoggi. Sejauh ini ada 21 tersangka yang ditahan di Arab Saudi. 11 orang dituduh terlibat langsung dalam pembunuhan jurnalis yang tinggal di AS itu, lima orang didakwa dengan sanksi tertinggi hukuman mati.

Sumber : DW.com
Editor: Sri Sayekti

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0558 || diagnostic_web = 0.3456

Close [X]
×