kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

AS Akan Izinkan Kapal Tanker Minyak Rusia untuk Mencapai Kuba


Senin, 30 Maret 2026 / 05:45 WIB
AS Akan Izinkan Kapal Tanker Minyak Rusia untuk Mencapai Kuba
ILUSTRASI. Amerika Serikat mengizinkan sebuah kapal tanker Rusia yang memuat minyak mentah untuk mencapai Kuba.(REUTERS/Issei Kato)


Sumber: The New York Times,Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK.  Amerika Serikat mengizinkan sebuah kapal tanker Rusia yang memuat minyak mentah untuk mencapai Kuba, sebagai pelonggaran blokade minyak de facto yang telah diberlakukan Washington terhadap Kuba.

Menurut laporan New York Times yang dilansir Reuters Senin (30/3/2026) mengutip seorang pejabat AS yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut, Washington secara efektif telah memblokir semua pengiriman minyak ke Kuba dalam upaya untuk menekan pemerintah di Havana. 

Sementara itu, AS telah mencabut sementara sanksi terhadap Rusia untuk membantu meningkatkan aliran minyak yang telah dibatasi oleh serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Konsorsium Turki-Mesir-Saudi Tawarkan Diri Kelola Jalur Minyak Hormuz

Laporan Times mengatakan bahwa tidak jelas mengapa pemerintahan Trump mengizinkan pengiriman tersebut untuk dilanjutkan.

Kapal tanker Anatoly Kolodkin yang dikenai sanksi AS sedang dalam perjalanan ke Kuba, menurut data pemantauan kapal LSEG. Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan Primorsk Rusia membawa sekitar 650.000 barel minyak mentah, meskipun laporan New York Times mengatakan kapal tersebut membawa 730.000 barel.

Dalam kedua kasus tersebut, minyak sebanyak itu akan memberikan bantuan yang signifikan bagi Kuba, yang menurut Presiden Miguel Diaz-Canel, belum menerima impor minyak selama tiga bulan, yang menyebabkan penjatahan bensin yang ketat dan memperburuk krisis energi yang telah mengakibatkan beberapa pemadaman listrik di seluruh negara kepulauan Karibia tersebut.


Tag


TERBARU

[X]
×