kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

AS akan menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Rusia dalam enam bulan


Sabtu, 02 Februari 2019 / 10:05 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat menyatakan akan menarik diri dari perjanjian nuklir jangka menengah dengan Rusia dalam enam bulan, kecuali jika Rusia mengakhiri dugaan pelanggaran terhada pakta kontrol senjata tahun 1987.

AS akan mempertimbangkan kembali penarikannya dari perjanjian nuklir jika Rusia bersedia mematuhi perjanjian yang melarang kedua negara menempatkan rudal data jarak pendek dan menengah di Eropa.

Mengutip Reuters, seorang pejabat AS mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan AS akan berhenti menganggap dirinya terikat oleh perjanjian mulai Sabtu, ketika AS secara resmi mengumumkan kepada Rusia tentang niatnya untuk menarik diri.

Pengumuman ini kemungkinan bertujuan untuk menekan Rusia untuk mencapai kesepakatan selama enam bulan ke depan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran perlombaan senjata nulir AS-Rusia di Eropa serta antara Amerika Serikat dengan China di Asia.

"Jika Rusia kembali tidak patuh pada perjanjan dalam periode enam bulan ini dengan menghancurkan rudal INF, maka perjanjian itu akan berakhir," ujar Pompeo. 

Presiden AS Donald Trump mengulangi tuduhan AS bahwa Rusia telah melanggar perjanjian INF yang hanya membatasi gudang senjata AS dan Rusia dan ia mengulur prospek negosiasi perjanjian yang lebih luas, termasuk negara lain.

"Saya harap kita bisa berkumpul duduk bersama dan membuat perjanjian baru yang jauh lebih baik," ujar Trump.




TERBARU

[X]
×