kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.173   20,00   0,11%
  • IDX 5.010   -86,48   -1,70%
  • KOMPAS100 645   -12,43   -1,89%
  • LQ45 510   -7,78   -1,50%
  • ISSI 167   -3,30   -1,94%
  • IDX30 287   -4,44   -1,52%
  • IDXHIDIV20 387   -4,96   -1,27%
  • IDX80 74   -1,38   -1,82%
  • IDXV30 108   -1,41   -1,29%
  • IDXQ30 96   -1,32   -1,36%

AS Akui Serang Iran, Bantah Operasi Militer Besar-besaran Dimulai Lagi


Selasa, 03 November 2026 / 09:59 WIB
AS Akui Serang Iran, Bantah Operasi Militer Besar-besaran Dimulai Lagi
ILUSTRASI. Jet Tempur Angkata Udara AS, F-16 Fighting Falcon, 52nd Fighter Wing berbasis pangkalan AS di Spangd (Flickr via Wikimedia/Alan Wilson)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer ke Pulau Qeshm, Iran, yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz.

Washington menyebut serangan tersebut sebagai tindakan defensif dan menegaskan operasi itu bukan bagian dari dimulainya kembali kampanye militer besar-besaran terhadap Teheran.

Mengutip Reuters, Senin (2/11/2026), seorang pejabat AS mengatakan serangan tersebut dilakukan secara terbatas.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah Jelang Pemilu AS Selasa (3/11), Saham Korea Selatan Anjlok 3,8%

Pernyataan itu sekaligus mengonfirmasi laporan Wall Street Journal sebelumnya mengenai serangan militer AS di pulau tersebut.

Pejabat lainnya menyebut serangan itu merupakan langkah pertahanan untuk menghadapi penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran terhadap aset-aset militer AS.

Pentagon mengarahkan permintaan konfirmasi kepada Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab mengawasi pasukan Amerika di kawasan Timur Tengah.

Namun, CENTCOM belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Sebelumnya, media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan terjadinya beberapa ledakan di Pulau Qeshm pada Senin.

Wall Street Journal menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari serangkaian operasi militer terbatas yang dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Fox News yang mengutip sejumlah pejabat melaporkan bahwa serangan AS dilakukan sebagai tindakan defensif setelah Iran melepaskan tembakan ke arah sebuah pesawat militer AS.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Selasa (3/11), Rupiah Justru Menguat Tipis

Perkembangan ini terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan militer Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump sempat mengisyaratkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada Selasa (3/11/2026).

Namun, setelah menyampaikan pidato di Lincoln Memorial Reflecting Pool pada Senin, Trump memberikan sinyal bahwa dirinya mungkin mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan masih terbuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×