kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.161   8,00   0,04%
  • IDX 5.008   -89,18   -1,75%
  • KOMPAS100 644   -12,66   -1,93%
  • LQ45 510   -7,82   -1,51%
  • ISSI 167   -3,49   -2,05%
  • IDX30 287   -4,47   -1,53%
  • IDXHIDIV20 387   -4,86   -1,24%
  • IDX80 74   -1,36   -1,80%
  • IDXV30 108   -1,40   -1,28%
  • IDXQ30 96   -1,27   -1,30%

Bursa Asia Melemah Jelang Pemilu AS Selasa (3/11), Saham Korea Selatan Anjlok 3,8%


Selasa, 03 November 2026 / 09:49 WIB
Bursa Asia Melemah Jelang Pemilu AS Selasa (3/11), Saham Korea Selatan Anjlok 3,8%
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea Selatan (REUTERS/Kim Hong-Ji)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (3/11/2026). Investor cenderung berhati-hati menjelang pemungutan suara pemilihan paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat (AS), sementara harga minyak dunia mulai stabil setelah anjlok lebih dari 7% pada perdagangan sebelumnya.

Mengutip Reuters, Selasa (3/11/2026), indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%. Pelemahan dipimpin oleh saham Korea Selatan yang sempat merosot hingga 3,8%.

Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,1%. Pasar saham Jepang tidak diperdagangkan karena libur nasional.

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Melemah Selasa (3/11), Rupiah Justru Menguat Tipis

Analis ING menilai, perdagangan pada Selasa masih akan diwarnai sikap menunggu investor menjelang sejumlah agenda penting di AS.

"Selasa tidak lebih dari hari menjelang agenda yang jauh lebih besar," tulis analis ING dalam catatannya.

Menurut mereka, pasar akan memperoleh gambaran mengenai dampak pemilu paruh waktu AS serta pengumuman pembiayaan ulang obligasi pemerintah AS atau quarterly refunding dari Departemen Keuangan AS pada hari berikutnya.

Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun naik 2,1 basis poin menjadi 4,913%.

Pada perdagangan semalam, bursa saham Wall Street juga ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,5% di tengah tekanan dari kinerja sektor teknologi yang membebani kepercayaan investor.

Padahal, data menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat pada Oktober seiring kuatnya permintaan domestik.

Baca Juga: Pendapatan Anthropic Melonjak 1.100% Jelang IPO, Tapi Masih Rugi Besar

Saham Apple memperpanjang pelemahan dengan turun 2,8% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Penurunan terjadi setelah produsen iPhone tersebut memperkirakan margin kotor lebih rendah pada kuartal liburan akhir tahun akibat meningkatnya biaya chip memori.

Selain itu, proyeksi pertumbuhan pendapatan layanan Apple juga berada jauh di bawah ekspektasi Wall Street.

Investor Cermati Hasil Pemilu AS

Pelaku pasar juga mencermati pemilihan paruh waktu AS yang mulai berlangsung pada Selasa. Partai Republik pimpinan Presiden Donald Trump menghadapi tantangan untuk mempertahankan kendali atas Kongres.

Sejumlah jajak pendapat mengindikasikan Partai Demokrat berpeluang merebut mayoritas kursi DPR AS. Namun, persaingan untuk menguasai Senat masih berlangsung ketat.

Baca Juga: Proyek Data Center AI Raksasa Australia Tertunda, Regulator Soroti Dampak Lingkungan

Analis MUFG mengatakan, pasar prediksi memperlihatkan peluang yang cukup besar bagi Partai Demokrat untuk menguasai kedua kamar Kongres. Namun, hasil jajak pendapat menunjukkan persaingan yang masih relatif seimbang.

Mereka juga mengingatkan bahwa pasar prediksi tidak selalu mampu memperkirakan risiko politik secara akurat.

Harga Minyak Stabil Setelah Anjlok

Di pasar komoditas, harga minyak mentah mulai stabil setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin (2/11/2026).

Harga minyak Brent bergerak fluktuatif antara penguatan dan pelemahan, dengan posisi terakhir turun 0,1% menjadi US$ 104,72 per barel pada perdagangan Asia.

Sebelumnya, harga minyak mentah anjlok lebih dari 7% setelah perkembangan pembicaraan antara pejabat Iran dan Qatar meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran.

Harapan tersebut turut meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Serukan Pembentukan Badan Keamanan Siber Tingkat Pemerintah

Namun, sentimen pasar kembali dibayangi laporan Wall Street Journal yang menyebut militer AS telah menyerang Pulau Qeshm di Iran, kawasan strategis di Selat Hormuz. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat AS.

Analis Westpac menyebut, harga minyak terkoreksi tajam karena harapan baru terhadap diplomasi AS-Iran mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya melekat pada harga minyak.

Di kawasan Asia Pasifik, saham Australia menguat 0,1%, sementara dolar Australia bergerak stabil di sekitar US$ 0,70 menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).

Bank sentral Australia secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85% dari posisi saat ini 4,6%. Jika terealisasi, tingkat tersebut akan menjadi yang tertinggi dalam hampir dua dekade.

Sementara itu, indeks saham Taiwan melemah 1,3%. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,3%.

Di pasar valuta asing, dolar AS menguat 0,3% terhadap yuan offshore ke level 6,6645 yuan. Penguatan terjadi setelah People's Bank of China (PBOC) mengumumkan kenaikan rasio cadangan wajib simpanan valuta asing lembaga keuangan menjadi 6% dari sebelumnya 4%, yang berlaku mulai 15 November 2026.

Baca Juga: Bank Sentral China (PBOC) Tarik Likuiditas US$ 24 Miliar untuk Menahan Penguatan Yuan

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia naik 0,1% menjadi 101,81.

Penguatan tersebut membawa indeks dolar menjauh dari level terendah dalam satu bulan terakhir setelah terkoreksi 0,2% pada Senin.

Sementara itu, pasar aset kripto masih bergerak fluktuatif setelah peretasan Binance pekan lalu yang memicu penarikan dana bersih nasabah sebesar US$ 4,72 miliar.

Bitcoin naik 0,5% menjadi US$ 77.112,18, sedangkan Ethereum turun tipis 0,1% ke level US$ 2.253,59.


Video Terkait



TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×